Management PT CSA Sebut Tidak ada Pemberhentian Sepihak Sejumlah Security Outsourcing

Management PT CSA Sebut Tidak ada Pemberhentian Sepihak Sejumlah Security Outsourcing Aksi unjuk rasa buruh bongkar muat di depan PT CSA Tbk beberapa waktu yang lalu (Foto: Ist)

Covesia.com - Terkait aksi unjuk rasa sejumlah pekerja bongkar muat yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di depan PT Catur Sentosa Adiprana (CSA) Tbk, pada Senin (18/2/2019) lalu, yang menyebutkan pihak CSA telah melakukan pemberhentian sepihak sejumlah security outsourcing di tempat itu.

Mengenai hal tersebut Management PT CSA Tbk, cabang Kota Padang, Sumatera Barat angkat bicara terkait pemberitaan itu dan membantah tentang hal yang demikian.

PT CSA yang beralamat di Jalan By Pass Lama KM 9, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang tersebut, membantah telah melakukan pelanggaran aturan urusan ketenagakerjaan, dan justru menjadi korban intervensi jalannya roda perusahaan, dari para oknum yang telah terjadi sejak Januari 2018 lalu.

"Tidak ada yang dipecat. Justru kami memfasilitasi perpindahan karyawan dari outsourcing yang lama, yang memang tidak bisa dipakai lagi, pada lembaga outsourcing yang baru," ungkap Head of Industrial Relation, PT CSA Tbk, Nugi Santo, Kamis (21/3/2019).

Ia mengungkapkan intervensi terhadap perusahaannya justru terus terjadi dan berulang-ulang. Intervensi yang terjadi katanya diantaranya, terkait pembiayaan penetapan harga bongkar muat, pengakuan kepemilikan palet kayu, dan lainnya. Bahkan kepada karyawan sering terjadi nada ancaman.

"Bukannya kami tidak ada melakukan pertemuan untuk membahas ini. Sampai empat kali pertemuan. Terakhir seperti diberitakan, bahwa kami selalu menghilangkan. Saat ada isu demo tersebut, memang kami tidak ada di tempat, karena menghadiri rapat kerja di Semarang," ungkapnya.

Hingga kini, menurutnya situasi yang sama masih terjadi, hal ini sangat merugikan perusahaan dan mengganggu kenyamanan. Meski demikian, pihaknya menegaskan akan selalu berjalan sesuai aturan perusahaan.

"Yang jelas kami tidak ingin lagi menggunakan jasa bongkar muat. Kami tentu membantah kalau menghindar. Sampai sekarang tidak ada titik temu, karena ada pemaksaan kehendak," kata dia.

(*/don)


Berita Terkait

Baca Juga