KPU Pessel Pastikan Empat WNA asal Bangladesh dan Malaysia Tidak Masuk Dalam DPT

KPU Pessel Pastikan Empat WNA asal Bangladesh dan Malaysia Tidak Masuk Dalam DPT Ketua Umum KPU Pessel Epaldi Bahar (Ist)

Covesia.com - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) memastikan empat Warga Negara Asing (WNA) asal Banglades dan Malaysia tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu April 2019 mendatang.

"Kita pastikan tidak akan ada Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam DPT di Pessel. Sebab, kita sudah mewanti-wanti dan berkomitmen sejak awal, bahwa tidak akan ada," kata Ketua Umum KPU Pessel Epaldi Bahar Selasa, (19/3/2019)

Ia menjelaskan, jumlah DPT sementara di daerah Pessel ada sebanyak 330.275 pemilih. Dan saat ini kita tengah melakukan Pleno DPT pemilu.

"Rapat pleno sedang berlangsung, dalam rangka memastikan perbaikkan jumlah DPT pada pemilu mendatang," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdukcapil Pesisir Selatan, Masril mengatakan, pihaknya telah menemukan empat orang WNA asal Banglades dan Malaysia yang berdomisili di daerahnya.

"Empat WNA tersebut berada di dua kecamatan di Pessel yaitu, di kecamatan Kecamatan Air Pura dan Kecamatan IV Jurai, dengan profesi mereka sebagai pedagang dan ibu rumah tangga," ungkapnya ketiak dihubungi Covesia.com

Dijelaskannya, empat WNA sudah memiliki Kartu Keluarga (KK) dengan artian mereka telah terdaftar dan terdata sebagai penduduk Indonesia.

"Tapi mereka belum memiliki E-ktp hanya memiliki Kartu Keluarga, karna sesuai prosedur yang mereka miliki seperti, Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap) yang dikeluarkan langsung oleh kantor imigrasi Kota Padang," terangnya

Lebih lanjut ia mengatakan, Kartu Izin Tinggal Tetap ( Kitap) yang dimilikinya adalah suatu administrasi yang harus mereka miliki sesuai dengan aturan yang ada. Karna Kitab adalah salah satu syarat yang harus ia penuhi apabila ingin terdaftar sebagai penduduk Indonesia.

UU memberian izin yang di berikan oleh Imigrasi terhadap WNA sudah sesuai dengan UUD No 32 Tahun 2006 diubah oleh Undang - Undang  No 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan

Dimana dijelaskannya, pada pasal 1 bagian umum menerangkan bahwa penduduk WNA ataupun WNI tetap berdomisili sepanjang Kartu Izin Tinggal Tetap ( Kitap) berlaku. Maka,  bersangkutan bisa mengajukan permohonan diri untuk menjadi penduduk Indonesia.

Kontributor Pessel: Indrayen Putra

Berita Terkait

Baca Juga