Dampingi Zulfirman Syah, Selama 14 Hari Keluarga Berada di New Zealand

Dampingi Zulfirman Syah Selama 14 Hari Keluarga Berada di New Zealand Pihak ACT Sumbar melihatkan Pasport keluarga Zulfirmansyah yang akan berangkat ke New Zealand, Senin (18/3/2019). Foto: Covesia/ Fadil Mz

Covesia.com - Pasca insiden penembakan massal di Kota Christchurch, New Zealand, Jumat (15/3) waktu setempat. Keluarga korban warga negara Indonesia (WNI) berharap bisa mendampingi Zulfirman Syah yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit setempat.

Kakak korban, Yulierma mengatakan, empat orang keluarga besarnya akan bertolak ke New Zealand untuk melihat kondisi Zulfirmansyah yang menjadi korban aksi brutal yang dilakukan oleh Brenton Tarrant 28 tahun bersama tiga orang rekannya.

"Insyaallah besok kita berempat akan berangkat ke sana (New Zealand)," ujar Yulierma di rumah kediaman orang tuanya di Jalan Tanjung Indah III G 8, Kampung Lapai, Kecamatan Naggalo, Kota Padang, Senin (18/3/2019).

Menurutnya, ada empat orang keluarga berangkat ke New Zealand, Yuli Erma dan Alhamdani, kemudian Handra Yaspita bersama istrinya Nurhamida.

Sementara itu, Marketing Komunikasi ACT Sumbar, Danang Kurnia mengatakan, pasport untuk empat orang keluarga besar Zulfirmansyah yang hendak berangkat ke New Zealand sudah selesai.

"Pembuatannya sangat cepat, dua hingga tiga jam. Alhamdulillah kita terbantu oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas I Padang," ujar Danang Kurnia.

Menurutnya, jika semua proses dokumen telah selesai, Selasa (19/3) keluarga sudah bisa berangkat ke New Zealand. "Kita masih menunggu Visa keluar, ini (Pasport) akan dikirim ke Jakarta, nanti pusat yang akan memberitahu pihak Kedutaan Besar di New Zealand terkait Visa," sebutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ACT sendiri mengirim dua orang petugas untuk membantu memfasilitasi keluarga Zulfirmansyah selama berada di New Zealand.

"Kita juga membatu keluarga Zulfirman Syah di sana selama dua musim," ujarnya.

(dil/don)


Berita Terkait

Baca Juga