Tiga Pengedar Narkoba Diringkus Polisi, Satu Tersangka Akui Menantu Wawako Padang Panjang

Tiga Pengedar Narkoba Diringkus Polisi Satu Tersangka Akui Menantu Wawako Padang Panjang Pelaku dan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan di Mapolres Bukittinggi (Foto: Humas)

Covesia.com - Tim opsnal narkoba Polres Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) kembali berhasil meringkus tiga pengedar narkotika di lokasi yang berbeda. Bahkan salah satu tersangka merupakan menantu Wakil Walikota Padang Panjang.

"Ketiga tersangka yakni E (34), R (35) dan N (27) diringkus dengan sejumlah barang bukti narkotika," ucap Kasat Reserse Narkoba Polres Bukittinggi, AKP Pradipta Putra Pratama, Senin (18/3/2019) saat dikonfirmasi Covesia.com.

Ia menerangkan tersangka E dan R diamankan di daerah Luak Anyia Kelurahan Kubu Gulai Bancah kota Bukittinggi pada Kamis (14/3/2019) dan N ditangkap di daerah Galuang, seputaran Padang Luar Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam, pada Sabtu (16/3/2019).

“Setelah diintrogasi, tersangka E merupakan menantu Wakil Walikota Padang Panjang dan R merupakan seorang driver istri pejabat di kota yang sama. Menantu Wakil Walikota itu diamankan ketika akan melakukan transaksi barang haram narkoba di jalan Kesuma Bakti RT 01 RW 02," jelasnya.

Pradipta Putra Pratama menjelaskan penangkapan ketiga tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu itu, adanya informasi masyarakat dimana tersangka sering melakukan transaksi narkoba.

“Setelah ditelusuri, akhirnya tersangka E kita tangkap pertama di pinggir jalan, dimana awalnya E tidak mengakui barang bukti yang sempat dibuang merupakan miliknya, namun setelah berhasil diringkus dan berusaha kabur tersangka akhirnya mengakui dua paket kecil sabu terbungkus kotak rokok adalah miliknya yang diperoleh dari tersangk N (27),” paparnya.

Dari penangkapan tersebut sambung Pradipta Putra Pratama, Tim Opsnal Satres Narkoba, langsung melakukan pengembangan ke rumah kediaman orang tua E yang tidak jauh dari lokasi penangkapan, dan di dalam rumah tersebut ditemukan tersangka R yang mengaku, dirinya bersama E datang ke Bukittinggi untuk konsumsi narkoba, yang didapat dari tersangka N.

“Dari pengeledahan oleh tim Ops. Narkoba Polres Bukittinggi dirumah orang tua E, ditemukan barang bukti sebuah alat hisap yang terbuat dari botol larutan, kaca pirek, sendok plastik dan beberapa plastik bening,” sebutnya.

Pradipta Putra Pratama menambahkan, saat dilakukan pengembangan oleh tim opsnal Narkoba Polres Bukittinggi menghabiskan waktu selama dua hari untuk mengetahui keberadaan tersangka N yang akhirnya keberadaan tersangka diketahui dan diamankan di rumah orang tuanya disaksikan langsung oleh RT-RW setempat dengan barang bukti satu paket ganja kering.

“Dalam penangkapan itu, N yang berkerja sebagai buruh harian tersebut mengakui kalau barang haram yang diberikan kepada tersangka E atas suruhan S, karena E membayar uang secara transfer ke rekening milik S. Namun saat dilakukan pengembangan ke rumah S, ia sudah melarikan diri sebelum tim datang kerumahnya,” katanya.

Selanjutnya, ujarnya ketiga tersangka E, R dan N telah diamankan di Polres Bukittinggi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan Pasal 114 dan 112 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

(deb/don)


Berita Terkait

Baca Juga