Bawaslu Kembali Teruskan Dugaan Pelanggaran Komisioner KPU Pariaman ke DKPP

Bawaslu Kembali Teruskan Dugaan Pelanggaran Komisioner KPU Pariaman ke DKPP Bawaslu Kota Pariaman (Foto: Covesia/ Almurfi Syofyan)

Covesia.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pariaman meneruskan dugaan pelanggaran kode etik salah satu komisioner KPU Kota Pariaman, ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Bawaslu Kota Pariaman menilai, komisioner KPU Kota Pariaman dengan inisial S itu diduga telah melanggar pasal 8 huruf a dan huruf b, pasal 10 huruf a, pasal 11 huruf a, pasal 14 huruf c, pasal 15 huruf a, b, c, dan f, pasal 16 huruf c Peraturan DKPP Nomor 2 tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman penyelenggara pemilu.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Pariaman, Elmahmudi menyebut terlapor diduga melanggar 3 azas sebagai penyelenggara pemilu terkait menyampaikan sosialisasi pemilu pada kegiatan kampanye Partai Nasdem Kota Pariaman pada awal Februari 2019 silam.

"Ada tiga azas yang diduga dilanggar oleh terlapor yaitu azas mandiri dan adil, proporsional dan profesionalitas," ujarnya, Jumat (15/3/2019).

Dibeberkan Elmahmudi, keikutsertaan terlapor menyampaikan informasi pemilu hanya kepada satu partai pada saat kegiatan monitoring kampanye, diduga telah melanggar azas adil. Pasalnya, S tidak melakukan sosialisasi kepada 15 parpol lainnya serta pasangan capres cawapres dan DPD RI.

Kemudian S juga diduga melanggar azas mandiri. Karena dirinya berpeluang menolak permintaan parpol untuk sosialisasi pemilu, namun tidak dilakukan.

"Karena penyelenggara pemilu harus mandiri. Menghindari intervensi pihak lain," bebernya.

Selain itu, S juga diduga melanggar azas profesionalitas sebagai penyelenggara pemilu. Pasalnya, Surat Perintah Tugas (SPT) dari Ketua KPU untuk monitoring kegiatan kampanye, tidak dijalankan sesuai kewenangan dengan memberikan sosialisasi informasi pemilu.

"Kami menduga ada tindakan yang diluar kewenangan yang diberikan dalam surat tugas itu. Terlapor ditugaskan untuk monitoring, tapi di lokasi melakukan sosialisasi, diduga melanggar azas profesionalitas," lanjutnya.

Bawaslu Kota Pariaman, katanya, telah mengirimkan status dugaan pelanggara penyelenggara pemilu kepada terlapor. Kini, Bawaslu Kota Pariaman menunggu langkah selanjutnya dari DKPP.

"Proses di Bawaslu telah selesai, kami menunggu prosesnya di DKPP nanti," tutupnya.

Diketahui, selain S, Bawaslu Kota Pariaman, juga telah meneruskan dugaan pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan oleh komisioner KPU Kota Pariaman lainnya dengan inisial AA. 

Kontributor Pariaman: Almurfi Syofyan

Berita Terkait

Baca Juga