Bawaslu Hentikan Kasus Dugaan Kampanye Wabup Padang Pariaman

Bawaslu Hentikan Kasus Dugaan Kampanye Wabup Padang Pariaman Foto: Almurfi Sofyan

Covesia.com - Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur selamat dari ancaman dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu 2019. Hal itu dipastikan langsung oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (12/3/2019) usai melakukan rapat pleno.

"Sebelum menetapkan penghentian penanganan dugaan pelanggaran, kami Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Padangpariman dalam sidang pembahasan kedua menyimpulkan bahwa unsur yang disangkakan dilanggar tidak terpenuhi," ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman, Anton Ishaq.

Kata Anton, kegiatan maulid nabi dan penyampaian kata sambutan oleh Suhatri Bur tidak bisa dikategorikan sebagai kegiatan kampanye. 

Anton merinci, pasal 1 ayat 35 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, kampanye adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan atau citra diri.

"Unsur kegiatan kampanyenya tidak terpenuhi, karena dari klarifikasi yang dilakukan baik rekaman video, keterangan terlapor dan saksi tidak ada tindakan terlapor meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi dan misi, program," katanya.

Menurut Anton, dugaan pelanggaran itu juga tidak memenuhi unsur dalam pasal 547 tentang tindakan kepala daerah yang dengan sengaja membuat keputusan yang merugikan atau menguntungkan peserta pemilu pada masa kampanye. 

Setelah menetapkan penghentian penanganan dugaan pelanggaran, Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman langsung mengirimkan status penghentian penanganan dugaan pelanggaran kepada terlapor.

"Hasil pembahasannya tidak ada unsur kesengajaan dalam tindakan tersebut. Tidak ada surat ataupun keputusan yang dilakukan terlapor menguntungkan peserta pemilu," pungkasnya. 

Baca Juga: Wabup Padang Pariaman Dicecar 28 Pertanyaan oleh Bawaslu

Kontributor Pariaman: Almurfi Sofyan

Berita Terkait

Baca Juga