DPRD Pessel: Selain Orang Tua, Peran "Ninik Mamak" Juga Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak

DPRD Pessel Selain Orang Tua Peran Ninik Mamak Juga Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Dedi Ramanto Putra (Foto: Indrayen)

Covesia.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) Dedi Rahmanto Putra mengatakan, selain orang tua peran ninik mamak juga sangat dibutuh dalam melakukan pencegahan terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak.

"Memang peran utama untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak adalah orang tua. Tapi sebagai  daerah yang memiliki adat-istiadat yang kuat peran ninik mamak juga sangat dibutuhkan," ungkap Ketua DPRD Pessel Dedi Ramanto Putra pada Covesia.com, Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, dari beberapa kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi, dilakukan oleh orang-orang terdekat dan tidak jauh dari lingkungan korban.

"Maka dengan itu, peran ninik mamak juga sangat dibutuhkan. Sebab, ninik mamak memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap anak dan koponakannya. Seperti pepatah adat kita ” Anak dipangku keponakan dibimbiang”. Dan itu berfungsi dilakukan ninik mamak. Baik perannya dalam kaum maupun keluarganya," katanya.

Untuk itu, Ketua DPRD mengimbau setiap kalangan dan elemen juga harus ikut terlibat melakukan pengawasan dan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.

Ia menambahkan, beberapa upaya telah dilakukan di Pessel, untuk melakukan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Dimana, Pessel telah ada Peraturan Daerah (Perda) terkait persoalan itu.

"Kita telah memiliki Perda terkait kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan, di Pessel juga ada Rumah Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak di Puskesmas Air Haji," ujarnya.

Lanjutnya, dari bentuk upaya yang telah dilakukan ia mengakui masih lemahnya pengawasan dalam mengantisipasi kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di daerah itu.

"Pessel memang masih lemah dalam pengawasan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Hal itu dilihat dari beberapa kasus di Pessel terkait kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan meningkat setiap tahunnya," kata dia.

Kontributor Pessel: Indrayen Putra

Berita Terkait

Baca Juga