Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak, DP3A Sumbar: Semua Elemen Harus Terlibat

Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak DP3A Sumbar Semua Elemen Harus Terlibat Ilustrasi (Dok. covesia)

Covesia.com - Kasus kekerasan terhadap anak di Sumatera Barat (Sumbar) kembali mencuat, terlebih lagi beberapa waktu terakhir kekerasan dilakukan oleh oknum Caleg. Sehingga Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan Sumbar masuk pada zona merah kekerasan seksual terhadap anak.

Plt Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sumbar, Sumarni mengatakan, pihaknya belum berani mengatakan Sumbar masuk wilayah darurat kekerasan terhadap anak. Meskipun begitu, ia juga tidak menepik pernyataan Ketua Umum Komnas PA tersebut.

"Untuk mengatakan darurat kekerasan terhadap anak tentu ada data, kita tidak berani mengatakan hal tersebut," ujar Sumarni saat dikonfirmasi, Rabu (13/3/2019).

Dikatakannya, untuk membuktikan hal tersebut tentu DP3A harus memiliki data. Sementara data yang masuk itu berdasarkan laporan dari pihak keluarga atau tetangga korban.

"Kalau sudah ada laporan, kami dari  dinas segara menindaklanjutinya. Makanya kita juga telah mem ," sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan berbagai macam sosialisasi untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Di tingkat provinsi pihaknya telah melakukan berbagai kerjasama dan MoU dengan pihak terkait seperti perguruan tinggi (PT), Rumah Sakit, Forum Anak dan Polda untuk penanganan kasus kekerasan.

"Sekarang ini saya berada di Pariaman ada laporan kasus, artinya DP3A bergerak untuk melakukan pelayanan dan pencegahan. Selain itu, seluruh elemen seperti tokoh masyarakat, tokoh agama dan orang tua juga harus terlibat," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dari data tahun 2017 hingga tahun 2018 jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumbar mengalami penurunan, namun untuk tahun 2018 hingga tahun 2019 belum ada data lengkapnya.

"Memang direntang tahun 2017 hingga 2018 terjadi penurunan, datanya ada di sistem online SIMPONI PPA," jelasnya.

(dil/don)

Berita Terkait

Baca Juga