Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Mentawai, Dinsos: Penting Pengawasan Seluruh Pihak

Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Mentawai Dinsos Penting Pengawasan Seluruh Pihak Kantor Dinsos Kepulauan Mentawai (Foto: Covesia/ Septin)

Covesia.com - Tahun 2018, sedikitnya ada 9 kasus kekerasan seksual pada anak usia 5 -17 tahun yang  dilaporkan, 6 diantaranya sebagai korban dan 3 anak sebagai saksi. Awal tahun 2019, 1 anak terdata sebagai korban.  

Pelaku kasus kekerasan seksual masih dalam lingkup keluarga, tetangga, ataupun teman sekolah yang terjadi di rumah, sekolah, kontrakan, dan tempat lainnya.

"Kita sesalkan kasus di sekolah itu terjadi pada jam sekolah dan pihak sekolah tidak bersedia menjadi saksi," ujar Leo Swanri Bago anggota Program kesejahteraan Sosial Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepulauan Mentawai, Rabu (13/3/2019).

Ia mengatakan bahwa Pelaporan kasus tersebut dilihat dari dua aspek yakni keberanian keluarga korban melaporkan dan faktor lingkungan yang kurang baik. 

"Saat ini keluarga korban mulai berani mengungkapkan kasus kekerasan seksual ke penegak hukum karena penanganannya mungkin sudah progresif dan bagus," tuturnya.

Faktor lingkungan yang jelek yakni pola asuh ataupun pengawasan yang minim, dan faktor ekonomi.

Misalnya yang tinggal di kos atau di tempat saudara. Di kos tidak ada pengawasan dan pemilik kos tidak ada. Sementara pihak dusun, siskamling, pemuda, maupun desa diharapkan memberikan pengawasan terhadap warganya.

Leo berharap ke depan Dinsos dan leading sektor terkait dapat melakukan langkah pencegahan berupa penyuluhan. Ataupun melakukan kerjasama dengan pihak kecamatan, kepolisian, dan tokoh agama. 

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu 

Berita Terkait

Baca Juga