Kalapas Muaro Padang Bantah Telah Terjadi Penganiayaan di Lapas

Kalapas Muaro Padang Bantah Telah Terjadi Penganiayaan di Lapas Lapas Kelas II A Muaro Padang (Foto: Covesia/ Fadil)

Covesia.com - Diduga telah terjadi penganiayaan di Lapas Klas II A Muaro Padang yang berujung pelaporan ke Mapolda Sumbar, Selasa (12/3/2019) siang. Kepala Lapas Klas II A Muaro Padang Arimin, membantah telah terjadi penganiayaan terhadap narapidana atas nama Doni Putra.

"Kondisinya sehat dan baik. Tidak ada tindakan penganiayaan. Terlebih lagi sampai 15 orang petugas yang melakukannya," ujar Arimin saat dikonfirmasi, Selasa. 

Menurut Arimin, memang narapidana tersebut sempat membuat kesalahan ketika petugas melaksanakan apel pasukan, ini kejadiaannya waktu serah terima penjagaan dari regu siang ke regu malam. 

"Dia (Doni) berteriak dan goyang-goyang pintu. Minta belanja, minta beli rokok. Petugas lagi apel untuk serah terima penjagaan. Namun yang bersangkutan tetap berteriak," sebutnya.

Ia juga mengaku bingung, tindakan apa yang harus dilakukan. Sebab, tidak terjadi pemukulan. Meskipun begitu, ia tetap akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku lantaran pihak keluarga sudah melaporkan kasus penganiyaan ke Mapolda Sumbar. 

"Kami akan mengikuti proses hukum," katanya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa tidak benar telah terjadi pelanggran terhadap LBH Padang untuk menemui kliennya di Lapas Klas II A Muaro Padang. 

Menurutnya, saat mengunjungi salah seorang kliennya di Lapas Moaro, LBH berkunjung atas nama pribadi. 

"Setelah ditolak, baru menyebutkan diri dari dari LBH," sebutnya. 

Menurut Arimin, untuk mengunjungi klien di Lapas, tentu LBH harus menaati prosedur. Sebagaimana diatur PP 27 Tahun 1983 Pasal 20 Ayat 1 dan 2 tentang aturan kunjungan advokat atau pengacara.

"Waktu itu kan menyebutkan atas nama pribadi," katanya.

Baca juga: Tak Terima Anaknya Dianiaya dalam Lapas, Bujang Melapor ke Mapolda Sumbar

(dil/don)

Berita Terkait

Baca Juga