Terindikasi Tidak Netral Sebagai ASN dalam Proses Pemilu, Ini Kata Kepsek SMK N 2 Guguak

Terindikasi Tidak Netral Sebagai ASN dalam Proses Pemilu Ini Kata Kepsek SMK N 2 Guguak Ilustrasi Guru (Foto:gudangsiki.com)

Covesia.com - Sebagai pimpinan di sekolah tempat persoalan istri Gubernur Sumbar , Nevi Zuairina diperiksa oleh Bawaslu, Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kecamatan Guguak, Deri Nofia merasa sudah menjadi korban sistem dan aturan. Dirinya tidak menyangka akan berada di posisi memakan buah simalakama dan disebut sebagai ASN yang tidak netral pada musim politik seperti saat ini.

“Saya ini korban sistem dan aturan. Sekarang tidak tahu harus bilang apa. Satu sisi saya harus loyal kepada pimpinan dan satu sisi saya harus menghindari hal-hal yang berbau politik karena saya ini ASN,” kata Deri ketika di konfirmasi covesia.com melalui seluler, Selasa (12/3/2019).

Disebutkannya, sebagai kepala sekolah SMK 2 yang disinggahi oleh Istri Gubernur Sumbar, Nevi Zuairina yang juga Caleg DPR RI dari Partai PKS, dirinya harus melayani Nevi karena datang ke SMK N 2 saat itu. Padahal kedatangan Nevi ke SMK Negeri 2 kecamatan Guguak ini tanpa direncanakan dan tidak diketahui sebelumnya olehnya.

“Di sekolah saya saat itu sedang ada rapat kepala sekolah SMK se-Kabupaten Limapuluh Kota. Tahu-tahu terdengar saja ada mobil patwal yang datang. Saat dilihat keluar ternyata buk Nevi dan beliau juga sudah turun dari mobil. Mau tidak mau saya harus menjamu beliau,” kata Deri.

Setelah turun dari mobil, seluruh guru SMK Negeri 2 Kecamatan Guguak dan Kepala Sekolah SMK yang sedang rapat menghentikan seluruh aktivitasnya untuk menjamu Nevi. Selama berada di sekolah Nevi hanya bercerita soal pendidikan dan melihat rencana-rencana kepala sekolah bagaimana memajukan pendidikan anak didiknya.

“Selama disekolah hanya bercerita dan diskusi dengan kami. Tidak ada buk Nevi kampanye atau membagikan kartu nama dirinya sebagai Caleg. Lagipula Buk Nevi itu pakar pendidikan,” ujar Deri.

Mengenai dirinya diindikasikan sebagai ASN yang tidak netral, Deri mengaku pasrah karena sebaga ASN dirinya harus loyal kepada pimpinan. Jika istri Gubernur datang, mau tidak mau dan diundang maupun tidak diundang harus dijamunya dengan baik.

“Kami guru-guru SMK ini kan dibawah Pemerintah Provinsi. Jika istri Gubernur datang, pastilah harus loyal. Tidak mungkin tidak dijamu dengan baik walaupun kedatangannya mendadak. Ini sudah aturan dan sistem. Jika saya diindikasikan sebagai ASN yang tidak netral, berarti saya sudah menjadi korban sistem dan aturan,” ujarnya.

Karena telah menjadi salah seorang dari enam Kepala Sekolah yang akan dilaporkan oleh Bawaslu Limapuluh Kota ke KASN RI, Deri mengaku siap untuk menjalani prosedur dan aturan yang berlaku.

“Jika nantinya dipanggil lagi, saya akan hadir dan siap untuk memberikan keterangan secara kooperatif,” katanya.

Sebelumnya, keterkaitan enam kepala sekolah diindikasi tidak netral ini secara resmi dikeluarkan oleh Bawaslu Limapuluh Kota, Senin (11/03/2019) saat penyampaian hasil pemeriksaan dugaan pelanggaran kampanye oleh istri Gubernur Sumbar, Nevi Zuairina. Dalam hasil ini, Nevi dinyatakan tidak melakukan pelanggaran.

Sedangkan enam kepala sekolah yakni kepala sekolah SMK Negeri 1 dan 2 Kecamatan Guguak, SMK Negeri Pangkalan Koto Baru, SMK Pertanian dan Peternakan Padang Mangateh, SMK Negeri 1 Kecamatan Luak dan SMK Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh diindikasikan sebagai ASN yang tidak netral. Untuk menindaklanjuti hal ini, Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota akan mengirimkan hasil pemeriksaan kepada KASN RI untuk proses selanjutnya. 

Kontributor  Limapuluh Kota : Hajrafiv Satya Nugraha 

Berita Terkait

Baca Juga