Caleg Tersandung Pidana, Pengamat: Parpol Harus Berbenah

Caleg Tersandung Pidana Pengamat Parpol Harus Berbenah Tersangka diduga pelaku caleg cabul YR (57) saat diamankan di Mapolresta Padang, Rabu (20/2/2019). Foto: Covesia/ Primadoni

Covesia.com - Sejumlah kasus tindak pidana menyeret calon legislatif yang bakal bertarung pada Pemilu 17 April mendatang. Pengamat politik Universitas Andalas, Asrinaldi mengatakan, partai politik (Parpol) harus berbenah.

"Belakangan ini terjadi beberapa kasus yang menyeret caleg, terakir oknum caleg dari salah satu partai di Kota Padang yang diduga mencabuli anak-anak. Ini mengindikasikan bahwa parpol tidak melakukan proses seleksi yang ketat terhadap calegnya," ujarnya saat dikonfirmasi covesia.com, Jumt (22/2/2019).

Menurut Asrinaldi, untuk menjadi calon anggota legislatif paling tidak parpol harus memperhatikan kapasitas calon  sebagai politisi nantinya. Selain itu, juga harus ada integritas moral yang kuat dari bakal calon. 

"Mereka sebagai wakil rakyat nantinya akan menjadi publik figur, tentu harus memiliki kemampuan dan moral yang baik. Namun dari beberapa kasus belakangan disamping kapasitas ternyata moral mereka tidak terjaga dengan baik," jelasnya.

Selain itu, proses kaderisasi partai tidak dilakukan secara matang, indikasi ini sudah terlihat, seperti kesiapan mental caleg ketika menjadi publik figur. Ia harus berpenampilan bagus, ketika itu tidak terpenuhi mereka akhirnya stres.

Belum lagi soal dana kampanye, caleg yang tidak memiliki modal yang cukup untuk kampanye bisa tertekan dan ini didukung oleh sikap masyarakat yang cenderung oportunis." Tidak ada uang tidak dipilih," jelasnya.

Di sisi lain, menurutnya jika parpol tidak melakukan pembenahan akan berdampak terhadap kepercayaan masyarakat. Parpol sebagai kendaraan demokrasi dianggap tidak bisa mencerminkan kepentingan masyarakat yang diwakili.

"Saya kawatir terjadi degradasi kepercayaan terhadap parpol, ini harus dipikirkan oleh partai," sebutnya.

(dil)

Berita Terkait

Baca Juga