Menuju Rasio Elektrifikasi 100%, PLN di Mentawai Masih Terkendala Akses Jalan

Menuju Rasio Elektrifikasi 100 PLN di Mentawai Masih Terkendala Akses Jalan PLN Mentawai (Foto: Septin)

Covesia.com - Hadirnya Perusahaan Listrik Negara atau PT. PLN sebagai salah satu objek vital tidak bisa dipungkiri berkontribusi membuka akses di wilayah 3T tersebut. 

Persentase listrik masuk desa di Mentawai hingga akhir tahun 2018 lalu telah mencapai 100% di 43 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Kendati demikian, ada yang belum teraliri listrik selama 24 jam dan sebagian masih menggunakan listrik pemda.

Sementara total Rasio Elektrifikasi (RE) di Kepulauan Mentawai dari gabungan PLN dengan yang berdiri sendiri sudah mencapai 64% di tahun 2018.

"Pertumbuhan rasio elektrifikasi melonjak saat adanya tawaran promo atau diskon  50% untuk biaya penyambungan listrik baru ke rumah masyarakat pada akhir tahun 2018 dan mencapai sekira 2 ribu pelanggan. Hanya saja kita masih terkendala akses infrastruktur jalan yang belum memadai menuju desa-desa di Kepulauan Mentawai. Saat membangun jaringan dan melakukan maintenance (perawatan) kita perlu akses kendaraan menggunakan mobil untuk membawa tiang-tiang listrik yang ingin kita pasang ke lokasi tersebut," ujar Suhendri Manager unit layanan pelanggan Tuapejat saat ditemui covesia di ruang kerjanya, kamis (21/2/2019).

Ia mencontohkan akses dari  PLTD  Sikakap menuju Saumanganyak terhambat akses infrastruktur jalan untuk  proses pengaktifan listrik dari 14 jam menjadi 24 jam.

Selanjutnya ia katakan bahwa proyek instalasi listrik yang sedang berjalan saat ini yakni pembangunan jaringan dari  Sagitsi hingga Bosua, kecamatan Sipora Selatan sepanjang 20 Km sudah terealisasi sejauh 12 Km.

"Rencananya, tahun ini kita juga akan membangun jaringan listrik di lokasi yang sudah disurvei di daerah Pagai selatan hingga ke Malakopa (salah satu destinasi wisata bahari Mentawai). Kemudian di wilayah Siberut di Katurei dan Sagulubbe sedang proses survei, dan juga kita akan  survei di wilayah Sirilogui, " paparnya.

Selain itu ia menambahkan bahwa pihaknya juga terkendala saat melakukan maintenance,  masyarakat tidak memberi izin pemotongan bagian atas pohon yang mengenai Jaringan Tegangan Menengah JTM (12- 20KV)  dan meminta ganti rugi jika dipotong.

Ia berharap ke depan masyarakat lebih kooperatif dan Pemda setempat dapat mengejar pembangunan infrastruktur jalan sehingga akses ke pedesaan bisa dilalui oleh mobil dan Mentawai bisa terang 24 jam. 

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu 

Berita Terkait

Baca Juga