Dua Nagari di Limapuluh Kota Diserang Wabah DBD, Belasan Warga Dirawat

Dua Nagari di Limapuluh Kota Diserang Wabah DBD Belasan Warga Dirawat Ilustrasi Nyamuk penyebab DBD (Foto: Pixabay)

Covesia.com - Dua nagari Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota dilaporkan terserang wabah DBD. Belasan masyarakat tumbang dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dua nagari ini yakni, Kenagarian Batu Ampa dan Koto Tangah Batu Ampa. 

Wabah yang berasal dari nyamuk Aides Eygepti ini sudah menyerang selama 2 minggu terakhir. Masyarakat dibuat kelabakan karena sampai sekarang belum ada respon dan tanggapan dari pemerintah setempat. 

Walinagari Koto Tangah Batu Ampa, Syamsul Akmal mengatakan sejak 2 minggu terakhir, sudah 8 warga yang dirawat akibat gigitan nyamuk DBD. 

"Sudah Ada 8 yang menjadi korban. Sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit," kata  Syamsul Akmal kepada Covesia.com, Kamis (21/2/2019). 

Dijelaskan Syamsul, Nagari Koto Tangah Batu Ampa sudah dua minggu dilanda wabah DBD. Pemberitahuan kepada pemerintah sudah dilakukan oleh pihak nagari. Namun, sampai sekarang belum ada tindakan untuk pencegahan menyebarnya wabah ini ke masyarakat yang belum terjangkit. 

“Sudah kami beritahu kepada Pemkab Limapuluh Kota, tapi belum ada reaksi sampai hari ini. Jadi masyarakat hanya bergotong royong membersihkan tempat-tempat yang biasa menjadi sarang nyamuk,” katanya. 

Sedangkan di Kenagarian Batu Ampa, ada 4 warga yang terserang DBD.

“Yang positif DBD ada 2 orang, sedangkan 2 lagi baru terindikasi DBD,” kata Wali Nagari Batu Ampa. 

Hal serupa juga dilakukan oleh Nagari Batu Ampa yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong membersihkan tempat-tempat yang biasa menjadi sarang nyamuk. Namun untuk Nagari Batu Ampa ini sudah dilakukan fogging pada hari ini. 

“Memang sudah ada fogging hari ini, tapi korban berjatuhan sudah sejak 2 minggu yang lalu. Kami sangat menyayangkan lambatnya gerakan Dinas Kesehatan dalam persoalan ini,” kata Romi. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, Tien Septino mengatakan pihaknya sudah mengetahui hal ini dan sudah melakukan pengujian sampel dan check fisik ke lapangan. Bahkan sudah mengeluarkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di daerah tersebut. 

“Untuk pencegahan wabah DBD ini tidak harus dengan fogging. Tetapi dengan memusnahkan siklus nyamuk DBD ini. tahap pertama dan kedua sudah kami lakukan dengan masyarakat yakni pembersihan sarang nyamuk dan pengujian sampel korban,” kata Tien saat dikonfirmasi covesia.com. 

Untuk hasil labor sampel darah korban DBD, belum seluruhnya yang keluar. Pihak dinkes masih melakukan pengujian terhadap seluruh korban terlebih dahulu untuk memetakan wilayah mana saja yang perlu dilakukan penanganan aktif soal DBD. 

“Tadi baru kami lakukan Fogging di Nagari Batu Ampa karena memang wilayahnya sedang banyak diserang nyamuk Demam Berdarah Dewasa. Sedangkan di wilayah lain belum dilakukan karena penanganannya hanya perlu pada tahap satu dan dua,” ungkap Tien. 

Ia juga mengatakan daerah yang sedang menjadi konsentrasi pemberantasan DBD tidak hanya di dua nagari ini. tetapi di wilayah Piladang juga mulai merebak wabah DBD dan sudah ada dua korban di wilayah ini. 

“Di Piladang juga ada korban DBD yang berjatuhan dan 1 orang positif DBD. Petugas kami juga sedang melakukan pencegahan di lapangan,” kata Tien

Kontributor Limapuluh Kota : Hajrafiv Satya Nugraha


Berita Terkait

Baca Juga