Bawaslu Pasaman Minta Pemilih Milenial Ikut Lakukan Pengawasan Partisipatif

Bawaslu Pasaman Minta Pemilih Milenial Ikut Lakukan Pengawasan Partisipatif Komisioner Bawaslu Pasaman Divisi PHL, Mesrawati di acara sosialisasi pengawasan pemilu 2019 di Aula KPN Kesehatan Lubuk Sikaping, Rabu (20/02/2019). Foto: Heri Sumarno/ Covesia

Covesia.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman, Sumbar meminta seluruh pemilih milenial di daerah itu sebagai pemilih yang ikut aktif sebagai mitra dalam melakukan pengawasan partisipatif pada pesta demokrasi serentak Pemilu DPR, DPD maupun Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 ini.

"Kepada seluruh pemilih milenial baik yang terdiri dari unsur Mahasiwa dan Siswa yang sudah memiliki hak pilihnya untuk bersama-sama melakukan pengawasan partisipatif dalam pemilu 2019 ini. Sebab pemilih milenial ini kita harapkan bisa hadir sebagai generasi muda yang bisa berkontribusi baik demi terwujudnya pemilu yang berintegritas di daerah kita,"ujar Komisioner Bawaslu Pasaman Divisi PHL, Mesrawati di acara sosialisasi pengawasan pemilu 2019 bersama ratusan pemilih meilenial di Aula KPN Kesehatan Lubuk Sikaping, Rabu (20/2/2019).

Menurut Mesrawati tujuan pengawasan partisipatif tersebut untuk mewujudkan pemilih yang sabar, kritis dan mandiri.

"Pemilih pemula atau saat ini sangat akrab disebut Pemilih Milenial itu merupakan masyarakat yang sudah memiliki hak pilih baik untuk pertama kalinya hingga yang berusia 35 tahun yang hadir memberikan transformasi pengetahuan kepemiluan kepada pemilih. Sehingga dengan kehadiran teman-teman pemilih pemula ini bisa menetralisir tindakan pelanggaran kepemiluan di daerah. Sebab personil Bawaslu sampai Panwascam sangat terbatas," tambahnya.

Kemudian kata dia, pengawasan pemilu itu sebenarnya kewajiban semua warga negara dalam mewujudkan pemilu yang demokratis tanpa anarkis dan kecurangan. 

"Contoh yang paling sederhana adalah adanya tawaran dengan berbagai bentuk imbalan baik berupa uang maupun barang untuk menggoda pemilih pemula agar memilih salah satu paslon. Godaan ini kalau tanpa didasari mental yang kuat, pasti akan tergoda. Apalagi nominalnya lumayan. Nah, disini sebenarnya hati kita jadi penentunya. Kalau memang kita temukan yang seperti ini harus dilaporkan. Karena mengarah pada money politik. Kumpulkan buktinya, laporkan. Agar ada efek jera," tegasnya.

Sebab menurut dia, penyadaran seperti itu harus ditanamkan dalam diri pemilih pemula yang tidak mau dihargai hak pilihnya dengan Rupiah. 

"Oleh karena itu, saya yakin masih banyak berbagai modus tertentu akan berkeliaran ditengah-tengah kita hingga 17 April 2019 ini untuk merayu kita. Kami berharap besar kontribusi anak-anak muda ini untuk bersama-sama melakukan pengawasan pemilu. Kalau teman-teman semua merasa jauh ke Bawaslu Pasaman, silahkan datang ke Panwascam. Bangun komunikasi, laporkan setiap pelanggaran pemilu yang terjadi ditengah-tengah masyarakat," tutupnya.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga