Diduga Asik Dinas Luar, Kadis DPMPTSP Pasaman Hambat Layanan Masyarakat

Diduga Asik Dinas Luar Kadis DPMPTSP Pasaman Hambat Layanan Masyarakat Plang merek kantor DPMPTSP Pasaman (Foto: Heri sumarno)

Covesia.com - Banyaknya kebutuhan pengurusan perizinan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat disinyalir terancam tertunda, hingga membuat masyarakat terus kecewa di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat.

Hal ini disebabkan oleh Kepala Dinas DPMPTSP, Hasiholan Hutagalung jarang masuk kantor dan asik dengan perjalanan dinas keluar daerah.

Beberapa warga dan para rekanan penanam modal yang di lingkunggan Kantor perizinan belum lama ini menyesalkan sikap kepala dinas yang jarang masuk kantor, dan terkesan sulit ditemui.

Bukan hanya jarang masuk kantor, alat telekomunikasi seluler milik Kepala Dinas pun tidak bisa dihubungi dan selalu ditolak saat ditelepon. 

"Sangat sulit untuk menemui kepala dinas ini. Tidak pernah ada di kantor dan handphonennya sulit dihubungi," tegas pria bermarga Sinaga yang merupakan salah satu warga masyarakat Pasaman, Selasa (19/2/2019).

Hal serupa juga dialami oleh beberapa Mahasiswa yang sedang megurusi izin penelitian di DPMPTSP tersebut.

"Kami hanya mendapat jatah izin dari kampus untuk mengurus surat permohonan penelitian ini hanya tiga sampai empat hari. Tetapi sampai hari ini belum juga siap. Kami sangat kesal," ujar Riki salah seorang Mahasiswa UNAND Padang.

Hal senada juga disampaikan salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya. Akibat jarangnya kepala dinas masuk kantor, berbagai pendelegasian pekerjaan tidak berjalan dengan baik.

"Parah. Kami sudah berulang dua kali bahkan empat kali dari Rao Utara ke Lubuk Sikaping untuk mengurus izin ini. Namun selalu disampaikan bahwa kepala dinas sedang dinas luar. Tidak bisa diterbitkan tanpa ada tanda tangan Kadis. Berapa biaya yang harus kami keluarkan untuk mendapatkan izin penelitian ini bang," ungkapnya dengan nada kesal.

Bukan hanya itu, sumber ini mengaku, staf dan pegawai yang ada di Dinas layanan satu menjadi liar tanpa ada garis komando.

Sejumlah awak media juga melontarkan kekesalannya karena selalu gagal bertemu kepala dinas. Dengan alasan tugas luar hingga sakit dan berbagai alasan lainnya, Hasiholan selalu mengelak untuk bertemu wartawan yang ingin konfirmasi.

"Kita menyayangkan kinerja kepala dinas, jarang masuk dan tidak pernah mau bertemu dengan wartawan. Padahal anggaran yang dikelola itu adalah anggaran rakyat dan publik perlu mengetahuinya," kata ucok salah satu wartawan terbitan sumbar.

Sementara Kepala Inspektorat Kabupaten Pasaman, Rosben Aguswar saat dihubungi oleh Covesia.com, mengaku terkejut dengan hal ini. Menurutnya, yang pergi Dinas Luar itu Kepala Dinasnya, sementara urusan administrasi kantor dalam memberikan pelayanan harus tetap jalan dengan menunjuk kuasa.

"Kalau Kepala Dinasnya sedang Dinas luar, harus didelegasikan atau menunjuk kuasa yang mengggantikan dirinya dalam memberikan pelayanan. Kemudian kalau persoalan tanda tangan sekarang sudah canggih, tidak ada yang tidak bisa. Apalagi dalam urusan perizinan. Roda pemerintahan harus tetap jalan. Sehingga tidak ada masyarakat yang dirugikan,"terang Rosben.

Namun dirinya mengaku belum mengetahui secara rinci apakah benar Kepala Dinas DPMPTSP, Hasiholan Hutagalung asik dinas luar hingga mengabaikan tugasnya di kantor.

"Belum tahu. Dinas luar itukan tugas Negara. Kecuali tidak hadir tanpa keterangan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 53 Tahun 2010, setiap PNS yang tidak masuk kerja lebih dari sebulan secara berturut-turut sudah merupakan pelanggaran indisipliner," tukasnya.

(eri)


Berita Terkait

Baca Juga