Kekerasan di Ponpes, Kemenag: Pengawasan dan Pembinaan Santri Ditingkatkan

Kekerasan di Ponpes Kemenag Pengawasan dan Pembinaan Santri Ditingkatkan Ilustrasi

Covesia.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan, kedepan dunia pendidikan terutama pondok pesantren bebas dari kekerasan. Hal tersebut  disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Kardinal, Selasa, (19/2/2019). 

Menurut Kardinal, semestinya kekerasan yang berujung kematian yang dilakukan antar sesama santri tidak terjadi. Sebab, secara disiplin ilmu, santri telah mengetahui bahwa perbuat tersebut bertentangan dengan norma agama. 

"Kedepannya kita berharap tidak terjadi hal yang serupa, semuanya tidak menginginkan hal ini terjadi. Pengawasan dan pembinaan terhadap santri di pondok pesantren harus ditingkatkan kembali," ujar Kardinal saat dikonfirmasi Covesia.com di Padang. 

Dalam menjalankannya, Kemenag Sumbar telah menyurati Kantor Kementrian Agama disetiap kabupaten kota untuk melakukan kerjasama pengawasan dan pembinaan dengan setiap pondok pesantren yang ada di Sumbar. 

"Pembinaan dan pengawasan gunanya untuk memperkokoh hubungan silaturahmi antar sesama santri, serta mencegah hal serupa terjadi," sebutnya. 

Lebih lanjut, ia juga menegaskan meskipun kekerasan terjadi di salah satu pondok pesantren, masyarakat jangan langsung beranggapan bahwa pondok pesantren tidak ramah lagi bagi pendidikan anak. 

"Pemikiran seperti ini sangat keliru, untuk diketahui Ponpes Modern Nurul Ikhlas tingkat satuan pendidikannya itu SMP dan SMA, berbeda dengan pondok pesantren tradisional lainnya yang ada di Sumbar, kedepannya ini menjadi perhatian serius kita bersama," ujarnya.

(dil)

Baca juga: KPAI: Kasus Pengeroyokan di Pesantren Nurul Ikhlas Akibat Lemahnya Pengawasan

Berita Terkait

Baca Juga