Selidiki Kasus Penganiayaan Robi Alhalim, Polisi Geledah Ponpes Nurul Ikhlas

Selidiki Kasus Penganiayaan Robi Alhalim Polisi Geledah Ponpes Nurul Ikhlas Dok. Covesia

Covesia.com - Polisi masih menyelidiki kasus penganiayaan Robi Alhalim hingga tewas oleh belasan temannya sesama santri di Ponpes Nurul Ikhlas Padang Panjang, Sumatera Barat. Sejumlah barang bukti seperti tongkat sapu yang sudah patah disita polisi dalam penggeledahan tadi malam.

"Barang bukti tersebut berupa tangkai sapu yang sudah patah dan sepatu yang diduga sebagai alat penganiayaan serta baju korban," ucap Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi, kepada detikcom, Selasa (19/2/2019).

Dia mengatakan, pihaknya terus memeriksa 17 anak pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Anak pelaku merupakan sebutan lain bagi tersangka dalam kasus yang melibatkan anak-anak.

"Kita juga sudah kumpulkan dan sita bukti-bukti," kata Kalbet.

Robi sendiri meninggal dunia, Senin (18/2/2019) pagi, setelah tak sadarkan diri lebih dari sepekan. Untuk melengkapi berkas, penyidik juga memeriksa 5 orang saksi dari pihak pondok pesantren yang terdiri dari ustaz, wali kamar, dan pengawas pondok pesantren. 

Dalam pemeriksaan terungkap, penganiayaan berlangsung selama 3 hari, dimulai sejak Kamis (7/2/2019), Jumat (8/2/2019) kemudian Minggu (10/2/2019) di salah satu kamar gedung Asrama Musa. 

"Jadi korban dihajar bukan 3 hari berturut-turut, tapi Kamis, Jumat, dan Minggu. Pada hari Sabtu tidak dilakukan pengeroyokan, sebab dari keterangan saksi dan anak pelaku (tersangka) korban sempat jatuh sakit," jelas dia.

Sejauh ini, penganiayaan terjadi karena korban dituding sebagai pelaku banyaknya peristiwa kehilangan barang di asrama.

"Kami masih melakukan penyidikan apakah betul korban telah melakukan pengambilan barang milik temannya atau ada motif lainnya," ucap Kalbert. 

(lif/dtc)

Baca juga: Korban Pengeroyokan Dinyatakan Meninggal, Polisi Belum Tetapkan Pasal Baru Bagi Anak Pelaku

Berita Terkait

Baca Juga