Proses Penyelidikan, Jenazah Santri Korban Pengeroyokan Diautopsi di RS Bhayangkara

Proses Penyelidikan Jenazah Santri Korban Pengeroyokan Diautopsi di RS Bhayangkara Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi, saat wawancara di RS. Bhayangkara Polda Sumbar, Senin (18/2/2019). Foto: Covesia/ Fadil Mz

Covesia.com - Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi menuturkan guna kepentingan penyelidikan, autopsi jenazah RA (18) korban pengeroyokan oleh teman sesama santri dilakukan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumbar. 

Menurut Iptu Kalbert Jonaidi, dalam rangka rangka proses kelengkapan penyidikan, jenazah korban dilakukan autopsi, kemudian nanti juga akan dilakukan gelar perkara untuk mendalami kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa. 

"Untuk kelengkapan penyelidikan kita wajib melakukan autopsi, nanti hasilnya Polres Padang Panjang akan menyurati pihak rumah sakit," ujar Iptu Kalbert Jonaidi kepada awak media di Padang, Senin (18/2/2019).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Polres Padang Panjang belum bisa menetapkan anak pelaku utama dalam kekerasan yang berujung kematian tersebut.

"Hasil pra rekon belum ada yang dominan kita nanti akan kita sampaiakan, semuanya merupakan anak dibawah umur. Kemudian kita  tidak bisa melakukan terhadap anak pelaku tetapi hanya mengamankan," sebutnya. 

"Untuk penegakan anak-anak dibawah umur ada tempat khususnya dan kita tidak ingin disalahkan nantinya jadi sesuai prosedur, kita hanya mengamankan dan mengontrol anak pelaku," lanjutnya. 

Sementara itu, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP Dr. M. Djamil Padang, Gustavianof menuturkan, sejak awal korban RA masuk RSUP Dr. M. Djamil Padang telah terjadi kondisi penurunan kesadaran, hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di ruangan ROI. 

"Sejak awal masuk sudah tidak sadar, namun beberapa hari ini kondisinya memang sudah semakin turun hingga kemarin malam. Untuk menangani korban sudah banyak dokter yang dilibatkan diantaranya dokter anestesi dan beberapa dokter bedah," tuturnya.

Baca juga: Santri Pesantren Nurul Ikhlas Korban Pengeroyokan Hembuskan Nafas Terakhir

(dil/don)


Berita Terkait

Baca Juga