PORBI Sumbar Minta Warga Tidak Lakukan 'Buru Salek' di Luar Jadwal

PORBI Sumbar Minta Warga Tidak Lakukan Buru Salek di Luar Jadwal Ilustrasi Olah Raga Buru Babi di Sumbar (Foto: Pasbana.com)

Covesia.com - Persatuan Olahraga Buru Babi (PORBI) Sumatera Barat meminta warga mengurangi aktifitas berburu diluar jadwal yang ditetapkan (Buru Salek) yang bisa mengancam nyawa warga.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua PORBI Sumbar, Ismed Dt. Bagindo Kali menyusul adanya korban warga Pasaman diserang Babi saat warga setempat menggelar Buru Salek di daerah itu.

"Kami atas nama PORBI Sumbar sangat prihatin atas Insiden yang dialami korban di Pasaman. Ini merupakan salah satu dampak negatif dari Buru Salek yang digelar teman-teman di lapangan biasanya turun pada hari Jum'at. Biasanya kurang diumumkan, sehingga warga tidak tau kalau ada aktifitas berburu Babi. Makanya rentan Babi masuk pemukiman penduduk dan menyerang warga sekitar,"terang Ismed Dt. Bagindo Kali kepada Covesia.com, Sabtu (16/02/2019).

Pihaknya kata dia, sudah sering menyampaikan kepada pecinta olahraga buru Babi untuk ikut bersama-sama di jadwal berburu yang dibentuk oleh PORBI.

"Kami sudah berikan aturan kepada pengurus PORBI di masing-masing kecamatan untuk melaksanakan buru Babi di hari Minggu. Kemudian sebelum aktitas itu dimulai wajib diumumkan kepada seluruh warga sekitar melalui mikropon agar warga tidak mendekati lokasi berburu tersebut. Kami sebenarnya sudah meminta kepada teman-teman untuk sama-sama turun di jadwal tersebut. Hal ini untuk mencegah insiden serupa terjadi pada warga lain," tuturnya.

Sebab menurut dia, jangan sampai kegiatan olahraga Buru Babi ini menimbulkan citra negatif dimasyarakat. Sehingga merusak tujuan utama dalam pemberantasan hama tanaman petani itu.

"Disamping kegiatan Olahraga dan hobby, PORBI ini bertujuan untuk menjaga tanaman petani dari hama Babi. Agar tidak masuk pemukiman warga dan merusak tanaman. Semoga kedepan insiden seperti ini tidak terjadi lagi," tukasnya.

Sebulumnya, seorang warga Pasaman, Murniati (40) warga Kampung Batu Ampar Jorong Batu Ampar, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol diserang Babi saat hendak menutup kandang ternak Kambing miliknya, Kamis (15/02) kemaren.

Akibatnya, korban menderita sejumlah luka serius di bagian Tangan, Kaki, dan Pinggul hingga harus menjalani perawatan dengan puluhan jahitan medis di UGD RSUD Lubuk Sikaping.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga