Miris, di Limapuluh Kota Masih ada Guru Honorer Bergaji Rp50 Ribu per Bulan

Miris di Limapuluh Kota Masih ada Guru Honorer Bergaji Rp50 Ribu per Bulan Ratusan goru honorere pada Dialog dan Diskusi Muhasabah Pengabdian Tri Warsa (2016-2021) di Payakumbuh. Foto: Covesia/Anngga

Covesia.com - Dihadapan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan dan penulis sekaligus motivator asal Sumatera Barat, Dedi Mahardi, sekitar 900 lebih tenaga honorer Kabupaten Limapuluh Kota mengadukan nasibnya agar bisa berpeluang besar untuk diterima menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Pasalnya, sampai sekarang kesejahteraan tenaga honorer di Kabupaten Limapuluh Kota masih jauh dari standar layak hidup. Bahkan ada guru honorer TK yang digaji Rp50 ribu per bulan. 

Hal ini disampaikan oleh Susanti, salah seorang guru TK di Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota saat acara Dialog dan Diskusi Muhasabah Pengabdian Tri Warsa (2016-2021) atau acara pengabdian 3 tahun Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi dan Ferizal Ridwan, Sabtu (16/2/2019) di Gedung Serba Guna Politani Payakumbuh. 

Dalam acara yang mengangkat tema pegawai yang profesional dan berintegritas ini rencananya dihadiri oleh Aidu Tauhid selaku direktur pengadaan dan pengangkatan BKN Pusat. Namun Aidu terkendala penerbangan dari Jakarta ke Padang yang mengharuskannya terlambat. Bahkan sampai acara berakhir pukul 12.00 WIB, Aidu masih tiba kota Bukittinggi dalam perjalanan ke Kabupaten Limapuluh Kota. 

Susanti yang mendapatkan kesempatan untuk bertanya kepada pembicara, langsung mengeluarkan unek-unek guru honorer TK yang selama ini dianak tirikan. Pasalnya, sampai sekarang sekolah TK tidak ada yang negeri. Melainkan dibawah binaan yayasan (swasta-red). Jadi jikapun dikategorikan honorer, database guru TK tidak masuk kedalam K1 maupun K2. 

“Hal inilah yang membuat  nasib guru TK tidak kunjung berubah. Ini karena aturan dan kami bergantung hidup kepada yayasan yang mempekerjakan kami. Puluhan tahun kami hanya mendapatkan upah, bukan gaji. Bahkan ada guru TK yang digaji Rp50 ribu atau Rp100 ribu per bulan di Limapuluh Kota ini,” kata Susanti. 

Susanti meminta agar pemerintah lebih mendalam, dalam melihat realita kehiudpan guru honorer. Jika pada rekruitment P3K tahap I hanya disuguhkan kepada guru honorer kategori K1 dan K2, maka guru TK yang telah mengabdi selama puluhan tahun tidak akan mendapat peluang untuk berkompetisi duduk sebagai P3K. 

Mendengar hal ini Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengaku kaget dengan realita masih ada guru honorer yang hanya mendapatkan gaji Rp50 Ribu hingga Rp 100 ribu perbulan di Limapuluh Kota.

Dirinya prihatin selama ini dinas pendidikan tidak pernah memberikan laporan soal ini. 

“Saya mendapatkan laporan dari dinas pendidikan bahwa gaji guru honorer tidak serendah itu. Ini sebuah temuan yang saya anggap hal yang luar biasa. Apalagi sudah dijalani selama puluhan tahun,” kata Wabup. 

Ia juga mengatakan acara Dialog dan Diskusi Muhasabah Pengabdian Tri Warsa ini memang sengaja digelar untuk tenaga honorer Limapuluh Kota dan langsung diundang orang nomor satu yang nantinya mengurus P3K.

Namun yang bersangkutan berhalangan hadir karena persoalan pesawat terbang yang ditumpanginya dari Jakarta menuju Padang mengalami keterlambatan. 

“Ini acara memang saya suguhkan untuk guru honorer dan mengundang langsung orang nomor satu dalam perekrutan P3K (Aidu Tauhid-red). Agar guru honorer bisa mengetahui sampai mana informasi tentang P3K ini dan melihat peluang di sana. Namun yang pak Aidu terkendala dalam perjalanan kesini,” Kata Wabup. 

Namun dengan adanya acara ini, Wabup mengaku sudah mendapatkan masukan dan keluhan para tenaga honorer di Limapuluh Kota yang nantinya akan disampaikan langsung kepada BKN Pusat. 

“Sampai berakhir acara ini, Pak Aidu masih menuju ke sini. Beliau baru sampai di Bukittinggi. Setelah sampai ke sini langsung saya sampaikan kepada beliau dan apa hasilnya nanti disebarkan ke media,” kata Wabup. 

Kontributor Limapuluh Kota : Hajrafiv Satya Nugraha

Berita Terkait

Baca Juga