Pengedar Narkoba Kembali Diciduk di Agam, saat Ditangkap Pelaku Sempat Putuskan 3 Borgol

Pengedar Narkoba Kembali Diciduk di Agam saat Ditangkap Pelaku Sempat Putuskan 3 Borgol Tersangka saat diamankan di Mapolres Agam, Juma (15/2/2019)(Foto: Humas)

Covesia.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Agam, provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali ungkap kasus penyalahgunaan Narkoba  di wilayah hukumnya.

Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi S.Ik melalui Kasat Resnarkoba Iptu Desneri SH mengatakan tersangka berinisial RS (35) warga Lubuk Bagindo, Jorong III Sangkir Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Agam. Tersangka diamankan di rumahnya Jum'at (15/2/2019) sekitar pukul 02.45 Wib.

Dijelaskannya penangkapan tersangka RS berawal dari masyarakat yang merasa resah dengan kegiatan yang dilakukannya di sekitar lokasi, menanggapi laporan masyarakat tersebut pihaknya langsung menurunkan tim Opsnal ke lapangan guna melakukan pengintaian. 

"Teknik yang kita gunakan yaitunya petugas berpura-pura menjadi pembeli, saat tersangka diyakini barang bukti barulah kita amankan," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com.

Saat proses penangkapan, tersangka sempat melakukan perlawanan terhadap petugas dan berhasil dilumpuhkan.

"Pengintaian kita lakukan semenjak pukul 21.00 wib, saat diamankan tersangka sempat melawan serta merusak 3 buah borgol plastik jadi terpaksa kita ikat menggunakan tali pengikat kerbau yang tersangkut di dekat rumahnya," lanjutnya.

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 paket sabu ukuran kecil, 1 sabu ukuran besar, 1  paket ganja kering ukuran kecil, 1unit timbangan elektrik, 1 buah HP, Uang tunai sebesar Rp351.000, yang diduga kuat hasil penjualan narkoba serta 1 bukti transfer bank BRI dengan nominal Rp 3000.000, yang diduga kuat penyetoran kepada bandar.

"Kepada kita RS mengaku mendapat narkoba dari bandar berinisial R," jelasnya.

Kini tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Mako Polres Agam, guna penyelidikan lebih lanjut. Atas bisnis haram itu tersangka dijerat pasal 114  jo pasal 111  UU no 35 tahun 2009 dengan ancaman 20 tahun penjara.

(han)

Berita Terkait

Baca Juga