Kejari Pariaman Musnahkan 20 Kilogram Narkotika Beragam Jenis

Kejari Pariaman Musnahkan 20 Kilogram Narkotika Beragam Jenis Kajari Pariaman Musnahkan 20 Kilogram Narkotika Beragam Jenis, Kamis (14/2/2019)

Covesia.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman memusnahkan barang bukti (BB) berbagai kasus pidana umum yang perkaranya sudah inkrah (berkekuatan hukum tetap) di halaman samping kantor Kejari setempat, Kamis (14/2/2019).

Pantauan Covesia.com di lapangan, barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkotika beragam jenis seberat 20.401,92 gram. Pemusnahan barang bukti narkoba itu dilakukan dengan cara dibakar didalam dua buah drum bekas di halaman samping Kantor Kejari Pariaman di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Alai Gelombang, Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman.

Selain barang bukti narkotika, pada pemusnahan tersebut juga terdapat pemusnahan barang bukti perkara lainnya seperti tas, dompet, telpon seluler, hingga alat hisap juga ikut dimusnahkan

Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman, Efrianto melalui Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Pariaman, Tanti Taher menjelaskan barang bukti narkotika yang dimusnahkan berasal dari 38 perkara yang ditangani Kejari Pariaman. Seluruh perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap rentang September 2018 hingga Januari 2019.

"Barang bukti narkotika yang dimusnahkan merupakan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap rentang September 2018 - Januari 2019 ini. Masih ada barang bukti menunggu untuk dimusnahkan setelah perkaranya inkrah," kata dia.

Tanti merinci barang bukti narkotika yang dimusnahkan terdiri dari tiga jenis, yakni 20.323, 72 gram narkotika ganja dari 6 perkara, 770, 62 gram shabu dari 30 perkara dan 0,58 gram jenis extacy dari 1 perkara.

Sementara itu, barang bukti dalam kendaraan bermotor menjadi barang rampasan akan dilakukan pelelangan oleh untuk kepentingan negara.

"Biasanya akan dilelang untuk kas negara," pungkasnya.

Menurut Tanti, perkara kasus penyalahgunaan narkoba merupakan jenis perkara yang paling banyak ditangani Kejari Pariaman yang disusul jenis perkara asusila dan curanmor.

"Perkara penyalahgunaan narkoba yang paling banyak ditangani. Ini warning bagi daerah kita agar lebih maksimal melakukan pemberantasan narkoba," pungkasnya.

Kontributor Pariaman: Almurfi Syofyan

Berita Terkait

Baca Juga