Aparat Gabungan Tertibkan Sejumlah APK yang Melanggar di Pasaman

Aparat Gabungan Tertibkan Sejumlah APK yang Melanggar di Pasaman Aparat gabungan bersama Bawaslu Kabupaten Pasaman, Sumbar menertibkan sejumlah APK yang melanggar di daerah itu, Kamis (7/2/2019)

Covesia.com - Aparat gabungan bersama Bawaslu Kabupaten Pasaman, Sumbar menertibkan sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar di daerah itu, Kamis (7/2/2019).

Kepala Satpol PP Damkar, Asmadi mengatakan pihaknya menertibkan APK yang melanggar seperti di fasilitas pemerintah, Kawasan Tertib Lalulintas (KTL), Pohon, tiang listrik dan lainnya mulai dari seluruh titik di Kecamatan Lubuk Sikaping.

"Saat ini banyak kita lihat APK bertebaran terpasang yang melanggar, baik di daerah fasilitas milik pemerintah, maupun pohon. Disamping melanggar UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang zona pemasangan APK juga melanggar Perda Pasaman. Makanya kami turun bersama Bawaslu, dan Kesbangpol untuk menertibkan semuanya yang kita mulai dari Kecamatan Lubuk Sikaping," terang Asmadi.

Namun kata Asmadi, pihaknya tidak sampai melakukan perusakan terhadap APK tersebut. Pihaknya masih mempersilahkan kepada pemilik untuk mengambil kembali dengan syarat tidak memasang ditempat yang sudah dilarang tersebut.

"Kita juga mengedukasi para peserta pemilu yang terlanjur memasang di tempat yang dilarang. Kepada pemilik dipersilahkan untuk mengambil kembali. Kami juga berharap semua peserta pemilu lebih kooperatif. Tetap mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh KPU maupun Bawaslu," harapnya.

Sementara Ketua Bawaslu, Rini Juita mengaku sudah kesekian kalinya turun untuk menertibkan APK yang melanggar zona pemasangan.

"Sebenarnya kami juga sering melakukan penertiban APK bersama aparat gabungan. Namun sebagaimana kita lihat, APK yang melanggar juga tetap menjamur. Kemudian, sebelum ditertibkan juga sudah disampaikan kepada seluruh pengurus Parpol mana zona yang ditetapkan tempat pemasangan APK. Kemudian kita juga sudah melakukan sosialisasi tentang tata cara pemasangan APK, baik pelaporan desainnya," terang Rini Juita.

Rini Juita berharap semua peserta pemilu tetap menjunjung tinggi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu. Sehingga pemilu yang bersih dan sehat tetap terwujud seperti yang dicita-citakan.

"Semestinya kita sama-sama bangun dan ciptakan pemilu yang bersih dan sehat. Tanpa melanggar. Kalau memang masih belum matang tentang aturan pemilu itu semua, kooperatif saja. Undang atau datangi seluruh kantor Panwascam ataupun Bawaslu Pasaman. Kami siap menjelaskannya. Sebab kegiatan sosialisasi dari kami juga sangat terbatas," tutupnya.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga