Kota Bukittinggi Jadi Uji Coba Penyaluran Gas 3 Kg Non Tunai

Kota Bukittinggi Jadi Uji Coba Penyaluran Gas 3 Kg Non Tunai Gas 3 Kg (Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com - Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) menjadi salah satu dari tujuh daerah di Indonesia yang ditunjuk untuk menjadi lokasi uji coba penyaluran gas elpiji 3 kg non tunai. 

"Bukittinggi terpilih menjadi salah satu kota yang dipilih untuk melakukan uji coba penyaluran gas elpiji 3 kg non tunai," sebut Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Bukittinggi, Rismal Hadi, Kamis (7/2/2019).

Rismal Hadi menjelaskan dipilihnya Bukittinggi sebagai lokasi penyaluran karena masih ditemui penyaluran gas elpiji bersubsidi yang belum tepat sasaran, karena dijual secara terbuka.

“Data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) merilis hanya sekitar 25 persen kelompok masyarakat yang masuk kategori 30 persen termiskin di Indonesia yang menjadi penerima subsidi elpiji 3 kg sedangkan 65 persen lainnya berasal dari kelompok 50 persen terkaya,” terangnya.

Atas dasar itu tambah Rismal Hadi, agar Elpiji 3 kg subsidi ini tepat sasaran dalam penyalurannya, maka TNP2K merencanakan penyaluran elpiji bersubsidi secara non tunai melalui sistem Bio Metrik.

“Khusus untuk uji coba di kota Bukittinggi, akan dilaksanakan di 6 kelurahan yang ada di dua kecamatan yakni Kecamatan Guguk Panjang di kelurahan Tarok Dipo, Pakan Kurai dan Aua Tajungkang Tengah Sawah (ATTS) dan di kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) di kelurahan Campago Ipuah, Puhun Tembok dan Campago Guguak Bulek," jelasnya.

Adapun targetnya, sambungnya adalah masyarakat yang akan diberikan subsidi elpiji 3 kg dalam uji coba itu yakni masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga kurang mampu yang telah ditetapkan dalam data BDT (Basis Data Terpadu) yang jumlanya mencapai 1.290 KK (Kartu Keluarga).

"Untuk pelaksanaannya dimulai dari sosialisasi, perekaman data Keluarga Penerima Manfaat dan penyalurannya secara Non Tunai dengan sistem Bio Metrik akan dimulai pada bulan Februari ini hingga Juni 2019 mendatang," tambahnya.

(deb) 


Berita Terkait

Baca Juga