Polisi Ringkus Tersangka Pencurian Ternak Sapi di Pasaman

Polisi Ringkus Tersangka Pencurian Ternak Sapi di Pasaman Ilustrasi pencuri ternak (Ist)

Covesia.com - Jajaran Polisi Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumbar berhasil meringkus satu tersangka pencurian ternak Sapi di Jorong Tanjung Alai, Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping.

"Benar. Tersangka bernama Agustiar (41) warga Tanjung Alai, Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman yang kami amankan sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (6/2) kemarin di rumahnya," terang Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin melalui Kasatreskrim, AKP Lazuardi ketika diwawancarai oleh Covesia.com, Kamis (7/2/2019).

Disamping itu pihaknya juga mengamankan tiga orang saksi dalam kasus tersebut, pada pukul 05.30 WIB tadi.

"Ketiga saksi yaitu Dondi (33) warga Jorong Durian Tinggi, Nagari Durian Tinggi Kecamatan Lubuk Sikaping. Kedua, Jimi warga Jorong II Nagari Durian Tinggi dan Ilmarizal (40) warga Simpang Padang Sawah Nagari Pancak Laweh, Kecamatan Simpati," kata AKP Lazuardi.

Kasat Reskrim, AKP Lazuardi mengatakan bahwa kronologis dari peristiwa tersebut berawal dari saat pemelihara Syafruddin (55) milik Risman hendak memberi makan sapi tersebut sekitar pukul 08.00 WIB kemarin.

"Namun sapi yang dipelihara Syafruddin tidak ada lagi dikandangnya. Selanjutnya, ia menginformasikan kepada pemilik sapi Risman bahwa sapinya tidak ada di kandang. Kemudian mereka melapor ke Polres Pasaman," katanya.

Mendapat laporan tersebut, Kemudian tim Satreskrim Polres Pasaman langsung turun dan mencek ke lokasi. Dengan keterangan dari saksi di daerah sekitar, maka didapat keterangan, bahwa sapi tersebut sudah dinaikkan keatas mobil L300 warna hitam dengan ciri-ciri dari pembeli.

"Sehingga kita ringkus tersangka tersebut Agustiar dirumahnya Tanjung Alai, Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman. Dari keterangannya, tersangka menjual sapi terebut kepada Ilmarizal (40) seharga Rp8,5 Juta. Kita juga masih mengembangkan dalam kasus ini. Berkemungkinan tersangka akan bertambah," tuturnya.

Dari peristiwa tersebut kata dia, korban mengalami kerugian materi sebesar Rp12,5 Juta. Sementara tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 Tahun penjara.

(eri)


Berita Terkait

Baca Juga