Viral Video Pemusnahan Smartphone, Ini Tanggapan Pihak Ponpes Nurul Yaqin

Viral Video Pemusnahan Smartphone Ini Tanggapan Pihak Ponpes Nurul Yaqin Foto: Istimewa

Covesia.com - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) membenarkan jika pihaknya memusnahkan puluhan smartphone yang dipakai secara ilegal di lingkungan Ponpes tersebut.

"Pemusnahan tersebut merupakan kesepakatan antara santriwan-santriwati, orang tua, dan pihak Ponpes karena banyaknya pelanggaran yang tak bisa ditolerir ketika santri memakai smartphone tersebut," ujar Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Muhammad Rais Tuanku Labai Nan Sati kepada Covesia.com, Rabu (23/1/2019).

Kata dia, dulunya, saat santri dibebaskan menggunakan telepon pintar dilingkungan pesantren, banyak hal-hal yang mengganggu santri terjadi dan mengakibatkan para santri kehilangan fokus dalam menuntut ilmu.

"Dulu saat kita biarkan, para santri malah menggunakannya untuk main game disaat belajar bahkan ada yang bolos masuk kelas karenaain game dan lebih parahnya ada sesuatu hal berupa video atau foto yang tidak baik ditemukan di beberapa telepon pintar milik santri itu," katanya.

Sehingga, disambung Muhammad Rais, pihak Ponpes sejak tahun 2011 mulai melakukan pelarangan secara tegas bagi santri yang menggunakan smartphone. Jika kedapatan memakai smartphone dilingkungan pesantren bakal di musnahkan dengan cara di pukul menggumakan batu.

Kata Muhammad Rais, untuk mengatasi persoalan komunikasi yang diminta oleh para santri, pihaknya telah memfasilitasi dengan memberikan telepon biasa yang di berikan kepada masing-masing kepala ruangan yang bisa dipakai oleh para santri di jam-jam yang telah ditentukan untuk berkomunikasi dengan keluarganya.

"Sampai sekarang aturan ini masih berlaku bagi semua santri," ujarnya.

Namun, dengan jalan keluar yang sudah kita berikan itu, masih saja ada pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah oknum santri. Hal itu lah yang tak bisa kita tolerir dan bagi yang melanggar membawa smartphone disita untuk dimusnahkan.

"Pemusnahan, Senin (20/1) itu disaksikan langsung oleh orangtua mereka dan malah ada juga orang tuanya yang turun langsung untuk memusnahkan smartphone anaknya," jelasnya.

Diketahui, sebelumnya beredar video pemusnahan smartphone yang dilakukan oleh sejumlah pria berpakaian batik dan kopiah. Puluhan smartphone di musnahkan dengan cara di pukul menggunakan batu. Hal tersebut mendapat reakai dari sejumlah warganet.
Kontributor Pariaman: Almurfi Syofwan

Berita Terkait

Baca Juga