Polres Padang Pariaman Minta Pembongkaran Jembatan Bealey Batang Kalu di Kaji Ulang

Polres Padang Pariaman Minta Pembongkaran Jembatan Bealey Batang Kalu di Kaji Ulang Jembatan Darurat Kedua di Batang Kalu Sudah Bisa Dilewati, Selasa (22/1/2019)(Foto: Almurfi Syofyan)

Covesia.com - Rencana Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Barat untuk membongkar Jembatan Bealey (jembatan darurat) Batang Kalu yang pertama, pasca rampungnya pembangunan jembatan Bealey yang kedua mendapat perhatian dari Polres Padang Pariaman.


Polres Padang Pariaman meminta rencana pembongkaran tersebut buntuk ditinjau ulang.


"Rencana pembongkaran jembatan Bealey yang pertama harus dikaji ulang. Pasalnya, jika jembatan Bealey yang pertama itu dibongkar tentu macet di jalan lintas utama Sumatera Barat itu tidak dapat terurai," ujar Kapolres Padang Pariaman AKBP Rizki Nugroho kepada Covesia.com, Selasa (22/1/2019). 

 

Masukan dari Polres Padang Pariaman ini, Dilanjutkan Rizki, tentunya akan dimusyawarahkan dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumatera Barat.


Kata Rizki, pertimbangan Polres Padang Pariaman agar jembatan Bealey pertama tak dibongkar dikarenakan jembatan Bealey kedua dibangun dengan kontruksi yang melengkung.


"Untuk melewatinya mesti belok dulu sehingga butuh waktu yang berdampak terjadinya macet saat dilakukan sistem buka tutup untuk melintasinya," katanya. 


Diketahui, BBPJN Sumbar telah menyelesaikan satu lagi jembatan Bealey Batang Kalu di Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (21/1/2019).


Jembatan darurat itu, di ujicobakan Selasa (22/1/2019) sekitar pukul 14.15 Wib. Jembatan itu hanya bisa dilalui bagi kendaraan dengan bobot maksimal 14 Ton.


Kontributor Pariaman: Almurfi Sofyan

(Utr)

Berita Terkait

Baca Juga