PPDI: Masalah Abraham dengan Pengurus Masjid Raya Sumbar Tak Perlu Diperpanjang

PPDI Masalah Abraham dengan Pengurus Masjid Raya Sumbar Tak Perlu Diperpanjang Foto: instagram

Covesia.com - Video yang diunggah Abraham Ismed di akun sosial medianya Minggu (20/1/2019), terkait larangan salat di Masjid Raya Sumbar menggunakan kursi roda menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. 

Menanggapi itu, Ketua Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang, Icun Suheldi mengungkapkan, bahwa persoalan itu tak perlu diperpanjang. 

"Kalau ini terus berlanjut, tentu kondisinya tidak baik. Makanya persepsi tentang disabilitas harus sama. Terkait  kondisi personal manusia yang menyandang disabilitas dan tidak, perlu juga disamakan. Kita juga tidak menginginkan penyandang disabilitas mendapat tempat yang ekslusif," ujar Icun Suheldi, saat dikonfirmasi, Selasa (22/1/2019). 

Menurutnya, penyandang disabilitas mendukung sepenuhnya masjid sebagai tempat ibadah bersih dan suci. Dan begitu juga masyarakat, jangan menganggap kursi roda penyandang disabilitas kotor dan najis.

"Yang najis jelas, tetapi tanah belum tentu. Perlu dilihat warna, rasa dan bau. Oleh sebab itu, perlu ada sarana yang memudahkan penyandang disabilitas. Kami ingin semua fasilitas umum bisa digunakan secara mudah, baik akses tempat berwudu, rambu dan alat bantu," sebutnya.  

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, dalam kondisi khusus tidak semua orang bisa menggunakan kursi roda yang telah disediakan.

"Kalau tidak cocok akan ada cedera baru, kemudian siapa yang akan membantu penyandang disabilitas. Kami ingin menyampaikan yang ideal. Kami mendukung masjid bersih dan bisa digunakan untuk semua kalangan," katanya. 

Dia mengatakan, sebagai Ketua PPDI Padang, dia tidak ingin ini persoalan ini berlarut-latur.

"Jumat (25/1), kita akan bertemu dengan pengurus masjid," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi, menuturkan soal layanan dan pengamanan masjid harus ramah dan berorientasi untuk melayani siapa saja, terlebih lagi penyandang disabilitas.

"Masjid Raya Sumbar dibangun oleh pemerintah menggunakan APBD. Semestinya menjadi contoh keramahtamahan bagi disabilitas, bukan sebaliknya. Masjid Raya (pengelola) harus berbenah," sebutnya.

(dil/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga