Titik Api Belum Terpantau, Namun Warga Tetap Diminta Agar Waspada

Titik Api Belum Terpantau Namun Warga Tetap Diminta Agar Waspada Ilustrasi pemadaman Karhutla di Arau Kabupaten 50 Kota, Beberapa waktu yang lalu (Foto:Dok.Covesia)

Covesia.com - Pasca terjadinya kebakaran hutan di Provinsi Riau, Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat (Sumbar), Yozarwardi Usama Putra mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama di daerah berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sebagian wilayah Sumatera Barat.

Menurut Yozarwardi, daerah yang sering terjadi Karhutla yaitu Kabupaten Dharmasraya, Pesisir Selatan (Pessel), Pasaman, dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Oleh sebab itu, pihaknya terus melakukan pemantauan titik api melalui aplikasi pendeteksi kebakaran dini hutan.

"Saat sekarang ini belum ada informasi terkait adanya tanda-tanda karhutla di Sumbar. Namun kami telah memiliki Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Brigade dan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai perpanjangan tangan jika terjadi kebakaran," ujar Yozarwardi saat dikonfirmasi, Senin (14/1/2019).

Menurut Yozarwardi, unit KPH, Brigade dan MPA sebagai perpanjangan tangan provinsi, sangat membantu pemerintah jika tiba-tiba peristiwa yang tidak inginkan itu terjadi.

"Biasanya setiap ada kebakaran lahan langsung disampakan ke provinsi," sebutnya.

Sebelumnya, kebakaran hutan juga terjadi di kawasan objek wisata Teluk Mandeh, Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan. 

Kebakaran tersebut diperkirakan sudah terjadi sekitar tiga hari. Sedangkan yang terbakar hanya sebagaian pulau atau sekitar setengah hektare lahan.

(dil/don)

Berita Terkait

Baca Juga