Pedagang Ikan di TPI Tuapejat Keluhkan Pabrik Es Tak Kunjung Beroperasi

Pedagang Ikan di TPI Tuapejat Keluhkan Pabrik Es Tak Kunjung Beroperasi TPI Tuapejat (Foto: Covesia/ Septin Rahayu)

Covesia.com - Dalam pengawetan ikan, Nelayan sangat tergantung pada es sehingga memperpanjang usia simpan ikan. Sejak awal tahun 2019, pedagang ikan di TPI Tuapejat, Kepulauan Mentawai, sumbar, mengeluhkan pabrik es yang melayani para nelayan ataupun pedagang ikan tidak beroperasi hingga kini.

"Kami berharap pabrik es di TPI bisa segera beroperasi. Selama ini, lapak ikan sepi karena kekurangan es supaya ikannya bisa tahan lama," ujar Riki salah seorang pedagang ikan di TPI Tuapejat, Senin (14/01/2019).

Ia mengatakan bahwa pasokan es untuk kapal nelayan juga sangat minim. Untuk mempertahankan kondisi ikan tetap bagus, mereka mesti membeli es produksi rumahan yang tentu saja harganya lebih mahal.

"Kisaran harga satu balok es Rp10.000, sementara harga es rumahan Rp1.500. Sebagai contoh perbandingan biaya kebutuhan es dalam 1 fiber tempat ikan untuk ukuran 100 kg membutuhkan es balok sebanyak 5 batang, es rumahan 150. Dengan demikian mereka harus mengeluarkan cost lebih besar sekira Rp175 ribu," kata dia.

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu 


Berita Terkait

Baca Juga