Inisiator Aksi Kamisan Bantah Dugaan Paham Komunis dan PKI yang Dituding Ormas di Bukittinggi

Inisiator Aksi Kamisan Bantah Dugaan Paham Komunis dan PKI yang Dituding Ormas di Bukittinggi Ilustrasi selebaran pernyataan sikap dari sejumlah Inisiator aksi Kamisan di Bukittinggi (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Inisiator aksi kamisan kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) membantah unsur dugaan adanya paham komunis yang dilontarkan Ormas di Bukittinggi beberapa waktu lalu. 

Sebelumnya pada Kamis (10/1/2019), Ormas di Bukittinggi mengagalkan aksi kamisan yang rencananya akan dilakukan di Taman Bung Hatta terkait dugaan demo penyitaan buku berpaham komunis yang dilakukan di Kota Padang.

Menyikapi hal demikian, ormas Bukittinggi turun kejalan untuk membatalkan aksi yang rencananya akan dilakukan tersebut yang juga menyebutkan aksi kamisan unsur PKI. 

Namun terkait dugaan demikian, salah seorang inisiator Aksi Kamisan Bukittinggi, Alwi Saputra, Senin (14/1/2019) mengatakan bahwa inisiator aksi kamisan Bukittinggi telah membatalkan rencana aksi kamisan yang akan dilakukan pada hari itu. 

"Karena ada isu yang beredar, aksi kamisan yang dilakukan di Bukittinggi menolak terhadap penyitaan buku-buku yang di lakukan TNI di kota Padang yang  dianggap melanggar HAM maka dari itu kami membatalkan aksi kamisan dan membantah aksi kamisan yang dilakukan terkait hal demikian," ungkapnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan aksi kamisan tidak ada hubungan dengan neo PKI, antek PKI, menyebarkan idologi PKI dan tidak pernah memakai logo atau identitas PKI, karena pada hari itu aksi kamisan sudah dibatalkan yang disebabkan oleh isu dan persiapan yang belum matang.

"Saya sepakat PKI harus dilenyapkan dari bukittinggi, jangan kan untuk tumbuh, ada bibit pun harus dimusnahkan. Tapi yang sangat disayangkan adalah cara yang tidak tepat dan membuat keresahan, terlihat dari oknum-oknum yang hanya bertindak sebelah pihak tanpa ada tabayun terlebih dahulu. Oknum-oknum tersebut menelan mentah-mentah opini yang sedang berkembang sehingga membuat resah teman-teman yang tergabung di aksi kamisan khususnya, bukittinggi secara umumnya," jelasnya. 

Ia menerangkan inisiator kamisan sudah berusaha untuk berbicara dan bertindak arif, baik waktu kejadian perkara ataupun di media sosial dan telah mengeluarkan pernyataan bahwa aksi kamisan itu bergerak sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia, namun belum menuai hasil yang memuaskan.

"Kami selaku inisiator dan penggiat aksi kamisan sudah dibuat resah, isu yang berkembang di Bukittinggi seperti bola salju dan semakin liar, jika masih berlanjut tanpa ada permintaan maaf kepada kami selaku inisator dan penggiat aksi kamisan, kami akan  menindaklanjuti ke jalur hukum," ujarnya. 

Dan pihaknya pun juga telah mengklarifikasi ke beberapa ormas Bukittinggi seperti FPI, Muhammadiyah, dan Pemuda Pancasila, namun yang mengejutkan tidak ada intruksi untuk membubarkan aksi kamisan. 

"Berarti dapat kita tangkap bahwa orang-orang yang mengatas namakan ormas hanyalah klem semata. Entah ormas yang mana yang dimaksud oleh oknum yang seakan-akan membubarkan aksi kamisan. Yang jelas-jelas aksi kamisan dibatalkan. Itu sama saja dengan  membuat rumah di awan, dengan imajinasi tingginya merasa hebat dan merasa menjadi superhero," terangnya.

Karena pada dasarnya, tambahnya aksi kamisan bergerak sesuai UUD 1945 dan pancasila dan pemuda yang tergabung di Aksi kamisan adalah kader-kader yang pernah atau sedang berproses di beberapa OKP seperti IMM, HMI, PMII, dan Semmi.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga