Pemda Mentawai Serahkan Ganti Rugi Rp2,8 Miliar Perluasan Bandara Rokot Secara Bertahap

Pemda Mentawai Serahkan Ganti Rugi Rp28 Miliar Perluasan Bandara Rokot Secara Bertahap Foto penyelesaian administrasi di kntor bupati kemarin oleh pemilik tanah dan penggarap terdampak perluasan bandara Rokot, Kamis (10/1/2019)(Foto: Septin)

Covesia.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai akhirnya berada pada tahap penyerahan ganti rugi tahap awal atas pembebasan lahan untuk perluasan bandara Rokot, desa Matobe Kecamatan Sipora Selatan. Dengan luas lebih kurang 43,3 ha yang telah memakan waktu hingga tahunan dalam penyelesaian permasalahan pembebasan lahan yang cukup alot bersama masyarakat yang memiliki dan menggarap tanah di daerah itu.

"Kemarin kita sudah menyerahkan uang untuk penggantian tanah kepada 5 orang pemilik tanah dan 52 penggarap," terang Edi Sukarni Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Mentawai,  Jumat (11/1/2019).

Ia mengatakan bahwa total keseluruhan ada 163 orang yang akan diberikan uang ganti rugi termasuk pemilik tanah.

"Total ganti rugi lebih kurang Rp2,8 Miliar untuk pemilik tanah dan penggarap. Untuk penggarap sudah kita serahkan sekira Rp428 juta, sementara sisanya untuk pemilik tanah," kata Edi Sukarni.

Ia mengakui bahwa ada sedikit kendala yang dihadapi dengan beberapa penggarap di area perluasan bandara Rokot karena masih belum memahami tujuan penggunaan tanah yang akan dipergunakan untuk kepentingan umum. 

"Ada beberapa penggarap yang belum setuju. Jika mereka belum mau menerima uang ganti rugi, uangnya kita titipkan ke pengadilan," tutur Edi. 

Ia berharap setelah proses tanah dan AMDAL selesai sekira februari 2019, Pada APBN perubahan, sudah ada pembersihan lahan. 

Sementara pemberian ganti rugi atas tanah milik masyarakat yang terdampak perluasan bandara Rokot bervariasi sesuai jumlah tanamannya. Ada yang Rp2 juta, Rp850 ribu, dan lainnya. 

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu 

Berita Terkait

Baca Juga