Diduga Berpaham Komunis, Mustika Zed: Buku Berbau Akademik Tak Bisa Ditarik Begitu Saja

Diduga Berpaham Komunis Mustika Zed Buku Berbau Akademik Tak Bisa Ditarik Begitu Saja Guru Besar sejarah dari Universitas Negeri Padang (UNP) Mestika Zed (Foto: Covesia/ Fadil Mz)

Covesia.com - Guru Besar sejarah Universitas Negeri Padang (UNP) Mestika Zed, menuturkan seharusnya penarikan buku diduga terindikasi berpaham komunis di Kota Padang harus melibatkan pihak kampus. Menurut Mestika, penarikan buku PKI tersebut tidak bisa dilakukan begitu saja, sebab ada unsur buku yang bernilai akademik.   

"Secara secara jalur hukum, memang negara dibenarkan menarik buku berpaham komunis sepanjang TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 belum dihapus, namun begitu tentu harus selektif dan tidak main pukul rata saja terhadap buku-buku tersebut," ujar Mestika Zed, usai menghadiri kegiatan Angkatan 66 Sumbar di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (10/1/2018). 

Menurutnya, memang ada buku yang bersifat propagandis tetapi tentu ada buku yang bersifat akademik.

"Saya kurang setuju juga buku 'Palu Arit di Ladang Tebu, Sejarah Pembantaian Yang Terlupakan' dikatakan buku PKI.  Sebab, pembantaian di ladang tebu itu, buku akademik, bagaimana sebuah gerakan rakyat menentang perlakuan ketidakadilan oleh rezim," sebutnya.

"Harus ada konsultasi. Kan sudah ada kriterianya apakah buku tersebut masuk atau tidak. Kalau buku akademik harus ke Perguruan Tinggi (PT). Jadi harus dibedakan ada buku yang bertujuan negatif dan dilarang oleh negara dan ada akademik," lanjutnya. 

Sebelumnya, diduga terindikasi paham komunis, 6 buku disita jajaran Koramil 01 Padang Barat-Padang Utara yang menggelar razia bersama aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (8/1)/2019 sore.

Buku-buku tersebut didapati aparat gabungan di Toko Buku Nagareboshi yang di kawasan Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

Judul-judul buku yang disita itu antara lain; Kronik 65, Mengincar Bung Besar, dan Jasmerah. Setiap judul buku, petugas masing-masing menyita dua eksemplar buku.

(dil/don)

Berita Terkait

Baca Juga