Minang Mart Harus Kembali pada Marwahnya

Minang Mart Harus Kembali pada Marwahnya Tampak sejumlah toko retail Minang Mart yang tutup dan berganti nama di Kota Padang (Foto: Dok.Covesia)

Covesia.com - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumbar, Iqra Chissa mengatakan Minang Mart harus kembali pada konsep awal mereka yang digagas Pemerintah Provinsi Sumbar pada pertengahan tahun 2016 lalu.

Dalam konsep awalnya, Iqra mengatakan Minang Mart lebih mengutamakan produk-produk dari lokal atau UMKM, namun kenyataan yang ditemukan di lapangan malah kebanyakan produk non lokal yang dijual.

"Saya rasa bagus pola Minang Mart, dengan menggandeng pelaku usaha lokal sehingga Indomaret dan Alfamart tidak masuk ke Sumbar," ujar Iqra kepada Covesia di Padang, Selasa (8/1/2019). 

"Tapi ada hal yang harus ditekankan ke Minang Mart untuk mengutamakan memakai produk lokal, produk-produk yang dihasilkan dari pelaku usaha lokal (UMKM) yang kembali pada marwah awalnya."

"Sekarang ini kebanyakan saya lihat isi dari Minang Mart itu produk non lokal seperti Unilever," terangnya.

Iqra menambahkan terkait adanya sejumlah gerai Minang Mart yang tutup, dirinya menyarankan agar manajemen Minang Mart lebih jeli dalam membaca peluang pasar.

"Manajemen harus jeli membaca peluang pasar, jangan hanya menarget sesuatu yang tidak pada tempatnya," tutup Iqra.

(dnq)

Baca juga: DPRD: Manajemen Buruk Penyebab Bergugurannya Gerai Minang Mart

Baca juga: Konsumen: Harga Produk di Minang Mart Sering di Atas HET dan Kurang Lengkap

Baca juga: Anggota DPR RI Mengaku Prihatin Banyak Gerai Minang Mart yang Tutup

Berita Terkait

Baca Juga