Anggota DPR RI Mengaku Prihatin Banyak Gerai Minang Mart yang Tutup

Anggota DPR RI Mengaku Prihatin Banyak Gerai Minang Mart yang Tutup Tampak sejumlah toko retail Minang Mart yang tutup dan berganti nama di Kota Padang (Foto: Dok.Covesia)

Covesia.com - Anggota Komisi III DPR RI, John Kenedy Aziz mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang menerpa Minang Mart (MM) yang banyak tutup di Kota Padang.

"Saya sangat prihatin mendengar informasi bahwa banyaknya gerai Minang Mart (MM) yang tutup bahkan ganti nama khususnya di daerah Kota Padang. Sebab, biar bagaimana pun Minang Mart ini dikonsep tujuannya memang diharapakan bisa menggantikan peran Mart lain di Sumatera Barat," ujar Jhon Kenedy Aziz saat diwawancarai Covesia.com, di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Selasa (8/1/2019).

Menurut Jhon Kenedy Aziz, pendirian Minang Mart di Sumatera Barat sudah melewati kajian maupun survey yang sangat matang. Sehingga sangat miris jika banyak yang tutup.

"Minang Mart ini dikelola oleh pengusaha muda Sumbar yang sudah memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni baik sisi finance maupun kemampuan manajemen. Nah kalau memang ada masalah seperti saat ini kita sangat menunggu penjelasan dari pihak manajemennya pokok permasalahan yang mereka alami," ujarnya.

Ia juga tidak memungkiri bahwa saat ini perdagangan memang masih ada dikuasai oleh kelompok-kelompok tertentu yang tidak menginginkan keberadaan Minang Mart ini.

"Makanya kita minta pihak manajemen segera sampaikan ke publik apa permasalahan yang sebenarnya terjadi. Apakah memang benar rugi atau bangkrut, atau memang ada kelompok tertentu yang tidak senang dengan kehadiran Minang Mart ini," tambahnya.

Dirinya pun meminta kepada seluruh pedagang di Sumbar menjaga iklim dagang yang sehat. Agar tidak ada yang saling merugikan maupun kalangan masyarakat.

"Pemerintah Daerah juga harus segera mengusutnya agar tidak berlarut. Sama-sama dibenahi kalau memang ada ketimpangan. Harapan kita tentu kehadiran Minang Mart ini bisa memperbaiki situasi perekenomian masyarakat di Sumbar," tutupnya.

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga