Ingin Rajai Waralaba di Sumbar, MM Malah Tumbang Sebelum Berkembang

Ingin Rajai Waralaba di Sumbar MM Malah Tumbang Sebelum Berkembang Ilustrasi (covesia)

Covesia.com - Minang Mart yang sesumbar akan merajai jaringan toko waralaba sebagaimana Alfamart cs di Sumatera Barat malah berguguran saat ini.

Digagas oleh Pemerintah Daerah Sumatera Barat hampir tiga tahun silam, Minang Mart atau MM resmi beroperasi sebanyak 100 unit pada Selasa (24/5/2016).

Beberapa bulan berselang, usaha ritel yang dibangun melibatkan tiga BUMD Provinsi Sumatera Barat ini diklaim mendapat hati di masyarakat.

Dikutip dari Antara (28/9/2016), Direktur PT Grafika Jaya Sumbar, Dasril, yang semula didaulat sebagai pengelola Minang Mart menyebutkan, sudah ada 600 masyarakat yang berkeinginan bergabung dengan Minang Mart dan sedang dievaluasi. 

Namun seiring waktu, usaha ritel yang bertujuan memotong rantai distribusi menjadi lebih pendek, dengan harapan margin keuntungan pedagang lebih besar dan konsumen bisa membeli lebih murah itu mulai tumbang sebelum berkembang.

Dari Pantauan Covesia kemarin, Senin (7/1/2019), sejumlah toko ritel yang berlabel Minang Mart di Kota Padang terlihat berganti ke nama lain dan ada juga yang ditutup.

Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat yang juga pengusaha ritel Sumbar, Guspardi Gaus menilai, mulai tutup dan berganti namanya sejumlah gerai Minang Mart di Kota Padang lebih disebabkan oleh manajemen bisnis Minang Mart yang sejak awal terbilang buruk.

Ia juga menilai kondisi ini diperburuk oleh pemilihan pengelola Minang Mart yang tidak kapabel di bidangnya, di mana dikelola oleh BUMD yang tidak memiliki track record di bidang ritel.

"Tak segampang itu membangun usaha apalagi sistemnya kerja sama seperti ini. Sejak awal saya telah melihat pengelolanya dilimpahkan ke BUMD yang memiliki reputasi buruk, beda cost dan bukan pelaku binis," terangnya kepada Covesia.com melalui telepon, Selasa (8/1/2019).

(tim covesia)

Berita Terkait

Baca Juga