Polisi Berhasil Ringkus Pengedar Sabu di Pasaman

Polisi Berhasil Ringkus Pengedar Sabu di Pasaman Foto: Heri Sumarno/covesia

Covesia.com - Polisi Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumbar berhasil meringkus satu tersangka pengedar narkoba jenis Sabu-sabu sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (07/01) di Pasar Lama Kumpulan, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol.

"Tersangka berinisial RS (38) warga Jorong Padam, Nagari Limo Koto, Kecamatan Bonjol. Dari tangan tersangka berhasil diamankan 6 paket Sabu-sabu dengan rincian 5 paket kecil, 1 Paket Besar yg dibungkus plastik bening," ujar Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin kepada Covesia.com, Selasa (08/01/2019).

Lebih lanjut kata dia, dari tangan tersangka juga berhasil diamankan satu paket kecil ganja kering yang dibungkus dalam plastik warna bening.

Sementara Kasatres Narkoba Polres Pasaman, Iptu Roni mengatakan penangkapan terhadap tersangka tersebut sudah menjadi target operasi sejak enam bulan lalu.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwasanya di warung milik tersangka biasa dipanggil Rudi didaerah Pasar Lama kumpulan, Nagari Koto Kaciak, Bonjol, sering terjadi transaksi Narkotika jenis Sabu-sabu. Kami sudah melakukan pengintaian terhadap tersangka sejak enam bulan lalu," ujar Iptu Roni.

Namun, kata dia, tersangka sangat lihai dalam melakukan perannya sebagai pengedar Narkoba. Sehingga menyulitkan pihak kepolisian dalam melakukan penangkapan.

"Penangkapan ini sudah upaya ungkap yang ketiga kalinya. Setelah dua kali gagal beberapa bulan lalu. Penggeledahan juga kita lakukan dibeberapa tempat, baik di warungnya, rumah mertuanya dan belakang Puskesmas Kumpulan yang sering dijadikan tersangka dalam bertransaksi,"terangnya.

Barang Bukti (BB) tersebut kata dia ditemukan di dalam bungkus rokok Lucky Strike sebanyak 5 paket kecil sabu-sabu. Sementara satu paket besar sabu dengan berat sekitar 0,4 Ons didalam kotak rokok U Bold dan satu paket kecil Ganja di dalam sangkar burung.

"Kepada Tersangka melanggar Pasal 114 ayat 2, Sub 112 ayat 2 Sub pasal 111 ayat 1 UU Narkotika Tahun 2009, dengan hukuman maksimal 20 Tahun Penjara. Namun hingga kini kita masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut dalam kasus ini. Sebelum nantinya kita limpahkan ke Kejaksaan untuk disidangkan," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga