Tujuh Kilogram Paku Terkumpul dari Sejumlah Pohon di Kota Padang

Tujuh Kilogram Paku Terkumpul dari Sejumlah Pohon di Kota Padang Sejumlah mahasiswa dan pemerhati lingkungan di Kota Padang melakukan aksi "Gerakan Anti Paku di Pohon" di sejumlah titik di Kota Padang, Senin (7/1/2019)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Sejumlah mahasiswa dan pemerhati lingkungan di Kota Padang melakukan aksi "Gerakan Anti Paku di Pohon", aksi tersebut dilakukan untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya pohon bagi kehidupan manusia.

Pati Hariyose, menuturkan, aksi ini dilakukan bertujuan agar Pemerintah Kota (Pemko) Padang menertibkan poster iklan yang dipaku di pohon-pohon pelindung di Kota Padang.

"Kita hanya 8 orang dan kegiatan ini untuk memancing pihak terkait, masyarakat dan mahasiswa agar turun ke jalan mencabut paku yang ada di pohon. Sebelumnya kita juga sudah melakukan hal yang sama namun belum ada respon dari pemerintah dan masyarakat," sebut Yose saat dikonfirmasi covesia.com, Senin (7/1/2018).

Menurut Yose, aksi mencabut paku di pohon dimulai di simpang DPRD Sumbar, terus menuju Jalan Khatib Sulaiman, Simpang Presiden, arah Ulak Karang dan balik lagi ke Simpang DPRD Sumbar.

"Ada sekitar 7 kilogram paku yang berhasil dikumpulkan, harapan kita nanti agar kegiatan ini tidak sia-sia, pemerintah juga harus mengeluarkan imbauan dan sanksi kepada pelaku yang masih membandel," ujar Yose.

Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Barat Uslaini, juga mengecam pihak-pihak yang masih memasang pamplet di pohon dengan cara di paku.

Menurut Uslaini, pemasangan pamplet dengan cara dipaku di pohon pelindung masih banyak dijumpai, terlebih lagi ketika tahapan masa kampanye Pilkada dan Pemilu.

"Memang banyak kita temukan, seharusnya Parpol sebagai peserta Pemilu yang diatur dalam undang-undang harus mengingatkan para calon legislatif (Caleg) agar tidak merusak lingkungan," ujar Uslaini saat dihubungi.

Menurutnya, dalam peraturan KPU, jelas tidak boleh memasang alat peraga kampanye (APK) di tempat yang dilarang dan salah satunya di batang pohon dan taman.

"Semestinya kalau ada poster yang dipaku di pohon Parpol yang pertama kali turun untuk membersihkan, ini tanggung jawab mereka, kenapa para Caleg tidak diingatkan terlebih dahulu dan kita juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memilih calon legislatif yang tidak sensitif terhadap persoalan lingkungan," sebutnya.

(dil/don)


Berita Terkait

Baca Juga