Sebulan Ditanami Eceng Gondok, LLHD DKI Uji Air Waduk Sunter

Sebulan Ditanami Eceng Gondok LLHD DKI Uji Air Waduk Sunter Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah (LLHD) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan uji hasil air saringan tanaman eceng gondok pertama yang berada di saluran penghubung Inlet 3 Waduk Sunter Utara, Senin (7/1/2019). (ANTARA News/Devi Nindy)

Covesia.com - Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah (LLHD) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan uji hasil air saringan tanaman eceng gondok pertama yang berada di saluran penghubung Inlet 3 Waduk Sunter Utara.

Menurut Ketua Satuan Pelaksana Unit Pelaksana Kerja Badan Air Jakarta Utara Lambas Sigalingging di Jakarta, Senin (7/1/2019), pengujian terhadap air di kawasan tersebut untuk melihat kualitas air setelah sebulan ditanami eceng gondok.

"Kegiatan ini kita bekerjasama dengan LLHD untuk menguji kualitas air setelah ditanam eceng gondok. Mudah-mudahan dua minggu yang akan datang kita ketahui hasilnya," ujar Lambas.

Dia menyebutkan, pengujian tersebut akan dilakukan berkala, yakni sebulan sekali selama tiga periode setelah penanaman eceng gondok yang dilakukan mulai 7 Desember 2018.

Secara kasat mata, Lambas mengatakan ada perubahan signifikan pada perairan di kawasan tersebut. Yang semula memiliki bau tak sedap dan menyengat, menjadi tidak berbau sama sekali.

"Bau itu sudah nggak ada. Secara kasat mata kita juga bisa lihat awal air ini dengan kita lihat di sana ada perubahan yang sangat signifikan, lebih jernih," ujar Lambas.

LLHD Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengambil sampel air di tiga titik, yakni titik awal hulu, titik saringan eceng gondok pertama dan titik terakhir saringan eceng gondok seluas 40x11 meter.

Hal tersebut dimaksudkan untuk memantau seberapa luas jangkauan eceng gondok dapat menyaring kandungan polutan dalam air kali itu.?

Contoh air di tiga titik itu diambil dan diuji secara sederhana dengan `water checker`. Selanjutnya diuji kembali selama kurang lebih 14 hari di laboratorium.

Lambas melanjutkan, hasil pengujian tersebut akan dijadikan bahan untuk upaya penjernihan air yang akan diterapkan di beberapa lokasi kali di Jakarta, termasuk rencana penerapan di Kali Sentiong.

"Hasil lab ini kita laporkan kepada pimpinan kita untuk menjadi bahan, apakah kita langsung diterapkan di Kali Sentiong," katanya.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga