DPKP Pastikan Ikan Kering asal Agam Terbebas dari Zat kimia

DPKP Pastikan Ikan Kering asal Agam Terbebas dari Zat kimia Proses penjemuran ikan kering di pesisir pantai Kabupaten Agam (Foto: Covesia/ Johan)

Covesia.com - Dinas Perikanan Dan Ketahanan Pangan (DPKP) kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pastikan ikan kering maupun hasil tangkapan nelayan di Agam, terbebas dari zat kimia.

Kepala DPKP Agam, Ermanto mengatakan, pemerintah daerah selalu melakukan pemantauan untuk hasilkan tangkapan nelayan baik masih basah maupun yang sudah dikeringkan.

"Semuanya hasil laut di kabupaten Agam bisa kita pastikan tidak tersentuh zat kimia," ujarnya saat dikonfirmasi covesia.com, Jum'at (7/12/2018).

Sementara itu ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Agam, Arman Aciak menuturkan, nelayan di kecamatan Tanjung Mutiara melaut hanya membutuhkan waktu selama 3 hari, sehingga saat dibawa kedarat, hasil tangkapan masih dalam keadaan segar.

"Ikan yang diberi zat kimia berupa formalin adalah nelayan yang melaut memakan waktu belasan hari, jadi agar ikan tetap segar diberi zat kimia, beda dengan di Tanjung Mutiara nelayan melaut hanya 3 hari, jadi saat ditangkap ikan langsung dimasukkan kedalam es sehingga tetap segar untuk 5 hari kedepan," jelasnya.

Hal senada juga dijelaskan produsen ikan kering di Pasia Tiku, nagari Tiku Selatan Zawirman (50). Ia mengaku ikan hasil olahan masyarakat setempat hanya menggunakan garam, kemudian di jemur dibawah terik matahari.

"Ikan yang baru ditangkap nelayan langsung Kita beli dan direndam menggunakan air garam, setelah beberapa jam, baru dicuci menggunakan air bersih selanjutnya di jemur menggunakan terik matahari," terangnya.

Menurut Zawirman, penggunaan pestisida adalah untuk mengusir lalat saat  menjemur ikan. Apalagi jika cuaca buruk waktu untuk pengeringan menjadi semakin lama. 

"Jika cuaca cerah cukup 3 hari menjemur ikan sudah kering namun pada musim hujan bisa satu minggu. penggunaan pestisida adalah cara yang salah untuk mengusir lalat, karena bisa merusak kesehatan para pelanggan," tukasnya.

Saat membeli ikan asin, para pelanggan bisa membedakan, jika tidak dikerubungi lalat berkemungkinan besar disemprot dengan pestisida saat proses  penjemuran, namun jika tidak bisa dipastikan ia terbebas dari zat kimia," tutupnya.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga