Dinas Perikanan Pasbar Belum Terima Data Rinci Peredaran Ikan Kering Mengandung Pestisida

Dinas Perikanan Pasbar Belum Terima Data Rinci Peredaran Ikan Kering Mengandung Pestisida Ilustrasi penjualan ikan kering di Pasar Raya Padang (Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com - Dinas Perikanan Pasaman Barat mengaku hingga kini belum menerima data rinci terkait adanya temuan Dinas Pangan Sumbar tentang adanya peredaran Ikan Kering asal daerah itu yang mengandung pengawet jenis Pestisida.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Pasbar melalui Kabid. Perikanan Tangkap, Zulfi Agus ketika dikonfirmasi oleh Covesia.com, Kamis (6/12/2018) melalui telpon genggamnya.

"Memang dua bulan lalu Tim dari Dinas Pangan Sumbar bersama Dinas Pangan Pasbar turun ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Air Bangis. Kedatangan mereka melakukan pemeriksaan juga sekaligus mengambil sampel baik Ikan basah maupun ikan kering untuk dilakulan uji laboratorium guna memastikan keamanan dari formalin. Tetapi hingga kini, kami belum menerima data rinci hasil dari uji laboratorium tersebut," terang Zulfi Agus.

Semestinya kata Zulfi, pihak Dinas Pangan Sumbar harus kembali menyurati Dinas terkait di Pasaman Barat untuk bisa ditindak lanjuti. Agar informasi tersebut tidak simpang siur.

"Memang waktu pemeriksaan di TPI Air Bangis dua bulan lalu itu ada ditemukan ikan basah mengandung formalin. Tapi jumlahnya hanya sedikit. Tetapi terkait hasil uji labor ikan kering itu belum kami terima. Semestinya kami selaku yang berwenang dengan ini sudah mendapatkan datanya. Kalau memang ada temuan, berapa kadarnya. Apakah berbahaya, nanti juga akan kita temukan siapa pelakunya. Bukan malah beredar kemana-mana. Karena jika salah informasi, yang rugi juga nelayan kita di Pasbar," tukasnya.

Lebih lanjut kata Zulfi, data produksi Perikanan Pasaman Barat setiap tahun lebih kurang sekitar 104.000 Ton atau sebesar 50 persen dari total produksi Sumatera Barat.

"Sementara Produksi Ikan Olahan sekitar 5.212 Ton. Sedangkan produksi Ikan Olahan (kering) Sumatera Barat 15.110 Ton. Artinya jumlah produksi Ikan olahan Pasaman Barat hanya menyuplai sekitar 30 persen untuk Sumbar. Ini data setiap tahunnya yang kami catat. Kalau pun ada perubahan, paling berkisar hanya satu persen.

Meskipun demikian kata Zulfi Agus, pihaknya bersama Dinas terkait akan membawa situasi ini dalam rapat bersama instansi terkait besok (07/12) di ruang Setda Pasbar.

"Kita jangan bermain-main dalam hal ini. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Apapun hasil rapat besok kembali akan saya sampaikan sebagai bentuk tanggungjawab kami," tukasnya.

Baca juga: Ada Temuan Baru, Ikan Kering Asal Pasbar Berbahaya Dikonsumsi

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga