BBPOM Padang Imbau Semua Pihak Bantu Masyarakat Terhindar dari Makanan Berbahaya

BBPOM Padang Imbau Semua Pihak Bantu Masyarakat Terhindar dari Makanan Berbahaya Pembeli memilih ikan asin di sebuah lapak pedagang di Pasar Raya Padang, Kamis (6/12/2018). Foto Covesia/ Primadoni

Covesia.com - Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat menemukan produk ikan asin yang berasal dari Pasaman Barat positif mengandung pestisida. 

“Ada temuan terbaru kami soal ikan kering asal Pasaman Barat. Para produsen melakukan pengawetan tidak lagi dengan formalin. Tetapi menggunakan pestisida. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan yang mengkonsumsinya,” kata Kepala Dinas Pangan Sumbar Efendi di depan Dewan Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh di Hotel Bundo Kanduang, Padang Tiakar, Kemarin (5/12)

Menanggapi peristiwa itu, Kepala Balai Besar POM di Padang, Martin Suhendri mengimbau semua pihak ikut membantu melindungi masyarakat dari produk yang dapat mengganggu kesehatan.

"ini sesuai dengan Kepres No 3 tahun 2017 serta ditindaklanjuti dengan Permendagri 41 tahun 2018. Terkait peningkatan koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan, kami mengucapkan terimakasih pada semua Pemda, baik Provinsi, Kabupaten dan kota atas dukungan perlindungan terhadap masyarakat," katanya kepada Covesia, kamis (6/12/2018).

Dari data Dinas Pangan Sumbar, sekitar 80 persen ikan kering yang beredar di Sumbar ini berasal dari Pasaman Barat. 

Untuk pengambilan sampel, Dinas Pangan mengambil ikan kering dari seluruh daerah di Sumbar yang didistribusi dari Pasaman Barat. Termasuk mengambil sampel dari beberapa produsen dan agen di Pasaman Barat.  

Kemudian, Dinas Pangan melakukan pengujian dengan meletakkan sampel ini di sebuah ruangan di Kantor Dinas Pangan selama 8 bulan. Ternyata didapati ikan ini tidak busuk sama sekali dan tetap awet. 

Kemudian dilakukan uji labor terkait kadar formalin yang terdapat pada ikan. Ternyata hasilnya negatif.

Dinas Pangan kembali mencoba pengujian labor dan mengambil sampel untuk pestisida dengan melibatkan BBPOM. Didapati kandungan pestisida yang sangat tinggi.

Labor dipakai untuk pengujian ini adalah Labor milik Pemda DKI Jakarta. Labor tersebut dinilai terbaik se-Asia. 

(don/rdk)

Baca juga: Ada Temuan Baru, Ikan Kering Asal Pasbar Berbahaya Dikonsumsi

Baca juga: Produsen dan Pedagang Ikan Asin Berpestisida Dapat Dijerat UU Pangan dan UU Perlindungan Konsumen

Berita Terkait

Baca Juga