Bahaya Pestisida Bagi Kesehatan, Dari Gangguan Reproduksi Hingga Kanker

Bahaya Pestisida Bagi Kesehatan Dari Gangguan Reproduksi Hingga Kanker Ilustrasi

Covesia.com - Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat saat ini tengah melirik peredaran dan produksi ikan kering yang dilakukan oleh para produsen di Kabupaten Pasaman Barat. Pasalnya, hasil laboratorium memperlihatkan kandungan pestisida yang tinggi pada seluruh ikan kering yang dijadikan sampel. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Hal ini diuraikan oleh Kepala Dinas Pangan Sumbar Efendi di depan Dewan Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh di Hotel Bundo Kanduang, Padang Tiakar, Rabu (5/12/2018).

“Ada temuan terbaru kami soal ikan kering asal Pasaman Barat. Para produsen melakukan pengawetan tidak lagi dengan formalin. Tetapi menggunakan pestisida. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan yang mengkonsumsinya,” kata Efendi.

Diliriknya ikan kering asal Pasaman Barat ini dikarenakan sekitar 80 persen ikan kering yang beredar di Sumatera Barat ini berasal dari Pasaman Barat. Karena itulah perlu dilakukan pengawasan terhadap salah satu jenis pangan ini karena menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat.

Dilansir covesia.com dari alodokter.com, Kamis (6/12/2018), pestisida yang masuk ke tubuh akan merusak sel tubuh dan mengganggu fungsi organ tubuh. Iritasi mata, iritasi kulit, kesulitan bernapas, pusing, sakit kepala, mual, dan muntah bisa langsung dirasakan oleh oleh mereka yang dalam aktivitasnya bersentuhan langsung dengan pestisida. Paparan pestisida dalam dosis tinggi bahkan dapat menyebabkan kematian.

Jika digunakan dalam jangka panjang, paparan pestisida berisiko menimbulkan beberapa masalah kesehatan bagi manusia, seperti di bawah ini.

Gangguan reproduksi

Gangguan hormon yang disebabkan pestisida dapat mengakibatkan penurunan produksi sperma. Selain itu wanita yang sering bersentuhan dengan pestisida juga cenderung kurang subur dan berisiko melahirkan secara prematur.

Gangguan kehamilan dan perkembangan janin

Pestisida mengandung bahan kimia yang dapat merusak sistem saraf. Oleh karena itu ibu hamil disarankan untuk menghindari paparan pestisida, terutama pada trimester pertama kehamilan. Kenapa? Karena di tiga bulan pertama inilah sistem saraf janin berkembang pesat. Jika terpapar, risiko cacat pada janin, keguguran, dan komplikasi kehamilan akan meningkat.

Penyakit Parkinson

Penelitian menunjukkan bahwa pestisida diduga mampu meningkatkan risiko terkena penyakit Parkinson. Semakin sering terpapar, semakin tinggi risikonya. Hal ini karena racun di dalam pestisida dapat merusak saraf tubuh, terlebih jika telah terpapar dalam jangka panjang.

Risiko pubertas dini

Bahan kimia pada pestisida diduga dapat meningkatkan produksi hormon testosteron yang dapat menyebabkan pubertas dini pada anak laki-laki.

Kanker

Telah banyak penelitian yang mengaitkan pestisida dengan munculnya tumor dan meningkatnya risiko terkena kanker. Kanker ginjal, kulit, otak, limfoma, payudara, prostat, hati, paru-paru, dan leukimia, adalah beberapa jenis kanker yang mungkin bisa diakibatkan oleh paparan pestisida dalam jangka panjang. Para pekerja pertanian adalah yang paling rentan terhadap risiko ini.

Baca Juga: Ikan Asin Asal Pasbar Berbahaya bagi Kesehatan

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga