Maju Sebagai Kandidat Wakil Ketua Umum PII, Danis Hidayat Serukan Peningkatan Profesionalisme

Maju Sebagai Kandidat Wakil Ketua Umum PII Danis Hidayat Serukan Peningkatan Profesionalisme Danis Hidayat Sumadilaga maju sebagai calon kandidat Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2018-2021

Covesia.com - Komisaris PT Waskita Karya, Danis Hidayat Sumadilaga maju sebagai calon kandidat Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2018-2021.

Kata Danis, kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) hanya memilih Wakil Ketua Umum dan pada periode selanjutnya akan diangkat jadi Ketua Umum, sehingga perebutan posisi hanya ada pada jabatan Wakil Ketua Umum.

Menurutnya, dalam Undang Undang Nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran, tugas seorang insinyur adalah melakukan perubahan disetiap sektor seperti pembangunan, teknologi dan kesehatan.

"Insinyur adalah agen perubahan, oleh sebab itu perlu peningkatan kualitas dan pengetahuan insinyur itu sendiri. Makanya, kita ingin mengarahkan  peningkatan kompetensi insinyur menuju profesionalisme," sebut Danis di Padang, (5/12/2018).

Disisi lain menurutnya, hingga saat ini Indonesia masih kekurangan insinyur jika dibandingkan dengan negara lain seperti Korea, Cina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Seperti di Cina, setiap satu juta penduduk negara tersebut mempunyai sebanyak 5.730 insinyur.

"Belum lagi negara Korea yang memiliki sebanyak 25,309 insinyur per satu juta penduduk, Indonesia masih jauh berada dari negara-negara tersebut. Saat ini jumlah insinyur di Indonesia tidak lebih dari 750 ribu insinyur sementara negara lain seperti India terdapat 4 juta lebih insinyur dan Cina terdapat 7 juta lebih insinyur," sebutnya.

"Jadi masih jauh dari negara-negara lain, bahkan di tingkat daerah kita nyaris hampir tidak menemukan insinyur-insinyur yang berada di daerah, sedangkan untuk pembangunan insinyur lebih dibutuhkan dari bidang disiplin ilmu lainnya," lanjutnya.

Di sisi lain, menurutnya keberadaan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme insinyur, terlebih lagi para insinyur harus mampu bersaing dengan insinyur dari luar negeri.

"Saya sudah bekerja lebih dari 33 tahun, dan ini saya lihat hampir di seluruh wilayah Indonesia terjadi ketimpangan. Sebagai organisasi profesi, kita ingin  meningkatkan profesionalisme dan diakui oleh masyarakat untuk melanjutkan pembangunan di Indonesia," sebutnya. 

(dil)

Berita Terkait

Baca Juga