Penemuan Kayu Ilegal di Pasaman, Pelaku Diduga Gunakan Jasa Kerbau Untuk Angkut Kayu Keluar Hutan

Penemuan Kayu Ilegal di Pasaman Pelaku Diduga Gunakan Jasa Kerbau Untuk Angkut Kayu Keluar Hutan Penangkapan enam kubik kayu ilegal di daerah Puncak Tonang, Nagari Sundatar, Kecamatan Lubuk Sikaping, Senin (3/12/2018)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Kepala Seksi Pengamanan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Mei Basrul Simarmata, didampingi Polhut UPTD KPHL Pasaman Raya, Marihot Simanullang yang memimpin kegiatan operasi itu mengatakan bahwa ditemukan jejak roda sepeda motor hingga jejak kaki Kerbau dilokasi penemuan kayu ilegal di daerah Puncak Tonang, Nagari Sundatar, Kecamatan Lubuk Sikaping, Selasa (4/12/2018).

Menurutnya, diduga kayu ilegal loging itu diambil oleh warga dari kawasan hutan Talu- Pasaman Barat, dan diangkut dari hutan mengunakan kerbau dan sepeda motor hingga ke pinggir jalan Puncak Tonang.

"Di lokasi penemuan kayu enam kubik itu, kita juga menemukan adanya jejak-jejak kaki kerbau. Kemudian ditambah jejak sepeda motor yang diduga digunakan sebagai sarana pengangkut kayu olahan dari dalam kawasan hutan, tersebut," kata Mei Basrul.

Mei Basrul juga menjelaskan kayu temuan sekitar 6 kubik itu telah diolah dan dipotong dengan berbagai ukuran.

"Kayu olahan yang kita amankan itu, masuk dalam kategori kelompok meranti, dengan panjang 4 meter, dan ada juga panjang 2 meter," ujarnya.

Sebelumnya, Aparat Polhut Dinas Kehutanan provinsi Sumbar bersama anggota Sub Denpom, anggota Polda Sumbar, serta UPTD KPHL Pasaman berhasil menangkap dua unit truk cold diesel berisi kayu pecahan kelompok meranti campuran yang diduga ilegal. 

Dua truk pengangkut kayu ilegal itu, ditangkap Tim Polhut di daerah kawasan jalan umum Tonang-Talu, Nagari Sundatar, Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman pada, Kamis (29/11) malam lalu. Selain berhasil mengamankan 225 keping kayu ilegal, dan dua truck cold diesel, tim Polhut juga berhasil mengamankan dua orang sopir yang kini menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Giatnya operasi yang dilakukan Tim Polhut Sumbar kemarin dilakukan berdasarkan banyaknya laporan dari masyarakat yang sudah resah akan aktivitas ilegal loging yang diduga kuat dibeking oleh oknum aparat.

Hingga saat ini baru dua orang sopir yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Fauzan Ramadhan (18) dan Joni Eka Putra. Sementara pelaku atau pemilik enam kubik kayu ilegal yang diamankan (3/12) kemarin masih dalam penyelidikan aparat kepolisian setempat.

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga