Kurangi Pemakaian Pupuk Kimia, Pemerintah Nagari di Agam Latih Masyarakatnya Buat Kompos

Kurangi Pemakaian Pupuk Kimia Pemerintah Nagari di Agam Latih Masyarakatnya Buat Kompos Pembuatan Pupuk Kompos di Nagari Garagahan, kecamatan Lubuk Basung, kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (3/12/2018)( Foto: Covesia/ Johan Utoyo)

Covesia.com - Kurangi biaya yang dikeluarkan serta membuat hasil pertanian yang lebih sehat, pemerintah nagari Garagahan, kecamatan Lubuk Basung, kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) bekali masyarakatnya cara membuat kompos.

Pj Walinagari Garagahan, Marliyus mengatakan, pelatihan pembuatan kompos  merupakan salah satu program nagari di bidang pengembangan pertanian yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian, (Distan) Agam.

"Permasalahan bagi petani salah satunya adalah tingginya biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pupuk non organik, jadi pembuatan pupuk organik, kami rasa bisa menjadi solusi," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Senin (3/12/2018).

Selain menekan biaya, dari segi kesehatan, hasil panen pun bisa lebih banyak dan lebih sehat karena sepenuhnya alami, sehingga lebih sehat untuk di konsumsi. 

"Tidak hanya itu bagi masyarakat yang mau menekuni ini bisa menjadi peluang bisnis," tuturnya.

Sementara itu Kasi Pupuk Pestisida dan Alsinta, Distan Agam Yefnidawati, selaku narasumber menjelaskan, bahan dasar kompos terbuat dari sampah organik yang ada di sekitar Sehingga mudah didapat dan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

"Bahan-bahan merupakan sampah dedaunan kering sampah sayuran, yang di fermentasi menggunakan EM 4, air dan gula, untuk EM 4 bisa dibeli di toko pertanian, selebihnya bisa diambil di lingkungan sekitar," jelasnya.

Menurutnya sudah saatnya masyarakat kembali ke alam, tingginya penggunaan pupuk non organik membuat unsur tanah menjadi tidak stabil, selain itu penggunaannya harus dalam jumlah besar, dan itu harus dilakukan dalam waktu berkala.

"Untuk pupuk organik penggunaannya tidak secara berkala zat yang terkandung didalamnya mampu menyuburkan tanah hingga bertahun-tahun jadi tidak harus selalu dipupuk," terangnya.

(han)


Berita Terkait

Baca Juga