Warga Pasaman Juga Akui adanya Sejumlah WN China Menambang Emas Ilegal di Manggani

Warga Pasaman Juga Akui adanya Sejumlah WN China Menambang Emas Ilegal di Manggani Salah satu peralatan tambang emas ilegal yang ditemukan oleh Timpora di tambang 13 Manggani 50 Kota, diduga dikerjakan oleh para WN China, Kamis (29/11/2018)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Warga Kabupaten Pasaman mengakui pernah melihat sejumlah Warga Negara Asing (WNA) yang diduga asal China menambang emas secara ilegal di daerah Manggani Koto Tinggi Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota.

"Beberapa waktu lalu ada sejumlah WNA bermata sipit yang diduga asal China menambang emas di Manggani. Karena kami juga bersama warga lainnya mengelola tambang rakyat di daerah Bukit Rumpuik Paik, Kecamatan Bonjol perbatasan Pasaman dengan Lima Puluh Kota, yang dekat dengan manggani," terang salah seorang penambang rakyat asal Kumpulan, Yon ketika dihubungi Covesia.com, Sabtu (1/12/2018).

Selanjutnya kata Yon, dirinya tidak mengetahui persis berapa orang jumlah WNA yang beraktivitas di Manggani.

"Kami tidak tahu persis. Mereka juga membuat pondok disana. Kami juga heran bagaimana cara mereka hingga bisa sampai dilokasi bekas tambang Belanda tersebut," tambahnya.

Namun kata Yon, sejumlah WNA tersebut tidak sampai melakukan aktivitas penambangan ke areal daerah Kabupaten Pasaman. 

"Iya, keberadaan mereka tidak diragukan lagi. Kemarin teman saya, Beni juga penambang rakyat asal Bonjol juga melihat mereka. Tetapi tidak memasuki areal daerah Kabupaten Pasaman," tutupnya.

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga