Harga Pakan Tinggi, Peternak Ayam Aksi ke Kantor Bupati dan DPRD Tanah Datar

Harga Pakan Tinggi Peternak Ayam Aksi ke Kantor Bupati dan DPRD Tanah Datar Harga pakan tinggi, para peternak ayam di Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar) melakukan aksi damai di kantor Bupati dan DPRD. (Hajrafiv/ Covesia.com)

Covesia.com - Para peternak ayam di Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar) melakukan aksi damai menuntut Menteri Pertanian (Mentan) , Amran Sulaiman untuk mundur. Aksi dilakukan di depan kantor DPRD Tanah Datar, Kamis (15/11/2018).

Para pendemo menyuarakan tuntutanya kepada Ketua DPRD dan Bupati Tanah Datar. Mereka menilai Amran telah gagal dalam mengemban amanah sebagai menteri. Pasalnya, harga pakan ternak melambung tinggi dan membuat usaha peternak ayam terancam gulung tikar.

Selain itu, peserta aksi juga mengeluhkan harga jagung dan dedak yang sudah tidak terjangkau lagi. Bahkan tidak sesuai dengan harga jual ayam dan telur.

Ratusan peternak yang mayoritas berasal dari kawasan Lintau Sembilan Koto ini langsung diterima oleh Sekda Kabupaten Tanah Datar, Hardiman dan Ketua DPRD, Anton Yondra di ruang sidang dewan.

Salah seorang peternak, Yudi  menyebutkan bahwa aksi damai itu digelarnya atas melambungnya harga pakan ternak akhir-akhir ini. Kenaikan harga tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan harga telur di pasaran.

"Kini harga telur di pasaran hanya Rp1.000 perbutir, Rp18 ribu per tikarnya. Harga ini tidak sebanding lagi dengan biaya produksi kami," kata Yudi.

Yudi juga menyebutkan bahwa harga jual jagung yang mencapai Rp5 ribu hingga Rp5.800 akan dapat mengancam peternak ayam, harga jagung senilai Rp3.500 hingga Rp4 ribu ini sangat berat bagi peternak

"Kondisi ini telah berlangsung selama empat bulan, bila ini terus berlangsung tanpa adanya solusi, akan membuat peternak ayam bangkrut. Bisa hampir 99 persen peternak yang menggunakan pinjaman bank tidak lagi bisa membayar angsuran kredit," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Indra Gunalan, ia mengatakan kebutuhan pakan ternak di Tanah Datar, khusus jagung mencapai 95 ton perharinya, konsentrat 165 ton perhari, dedak 95 ton dengan jumlah ternak sekitar 2 juta ekor ayam, kebutuhan belum tercukupi.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Anton menyatakan  akan mengirimkan surat ke pemerintah pusat terkait aspirasi peternak tersebut.

Anton Yondra juga berjanji akan mendesak Pemkab melalui Dinas Pertanian untuk membuka lahan tidur menjadi lahan produktif, terutama ditanami dengan jagung.

"Bila hal ini merupakan kewenangan daerah, kami akan membantu para peternak untuk mengatasi persoalan ini. Tetapi karena ini kewenangan pusat, kami akan menyuratinya, sebelumnya tentu kita mengkaji dan mendata seluruh peternak di Tanah Datar," ujar Anton. 

(haj/jon)

Berita Terkait

Baca Juga