Menyerahkan Diri, Sopir Bus 'Maut' Sinamar Langsung Jadi Tersangka

Menyerahkan Diri Sopir Bus Maut Sinamar Langsung Jadi Tersangka Foto: Istimewa

Covesia.com - Setelah 12 jam usai peristiwa lakalantas yang menewaskan Latif (10) seorang pelajar SDN 09 Ketinggian, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, sang sopir Bus Sinamar bernama Fauzi Herman (30 tahun) menyerahkan diri ke Mapolres Limapuluh Kota, Selasa (13/11/2018). 

Didampingi keluarga, warga Jorong Tabek Panjang, Kabupaten Limapuluh Kota ini langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini Fauzi Herman tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Limapuluh Kota dan telah ditetapkan sebagai tersangka melanggar Pasal 210 ayat 3 dan 4 Undang-undang Lalulintas Nomor 22 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” sebut Kasatlantas Polres Limapuluh Kota, AKP Herman.

Disampaikannya, Herman sengaja melarikan diri beberapa saat usai kecelakaan karena takut dihakimi massa. Pasalnya saat kejadian, banyak massa yang berteriak-teriak dan berkata kasar.

"Tersangka kabur karena takut dihakimi massa. Kemudian tadi pagi pulang ke rumahnya di Tabek Panjang. Setelah berdiskusi dengan keluarga dan ada jaminan dari pihak kepolisian, tersangka akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres," katanya.

Sebelum menyerahkan diri, Selasa Pagi Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis sempat mengultimatum Fauzi untuk menyerahkan diri. Apabila dalam tempo waktu 3X24 jam tidak menyerahkan diri, pihak Polres Limapuluh Kota akan memasukkannya dalam DPO dan akan melakukan penagkapan secara paksa.

"Benar tadi pak Kapolres mengeluarkan pernyataan ini saat melayat kerumah duka tadi pagi," Kata Kasatlantas

Jenazah Latif sendiri telah dimakamkan di pandan perkuburan keluarga di Ketinggian, Selasa pagi.

Minta Izin Pergi Bercukur

Seorang kerabat korban bernama Ir, kepada awak media menceritakan bahwa, ada sepotong cerita duka sebelum peristiwa lakalantas membawa maut itu terjadi.

Latif bersama temannya Rigo sempat meminta izin kepada orang tuanya Ririn (28) dan Dodo (33) untuk pergi memangkas rambut.

Namun ditengah perjalanan, Latif dan Rigo berhenti di warung seberang SMP Negeri 1 Guguak untuk jajan. Saat memilih jajanan inilah kejadian naas terjadi. Bus PO Sinamar yang dikendarai Fauzi hilang kendali setelah menabrak  seorang siswi SMP Negeri 1 Guguak yang baru saja keluar dari gerbang sekolah yang menggunakan  sepeda motor. 

Tak ayal, laju bus langsung menghantam Latif dan Rigo yang sedang berdiri di depan warung. Akibat kejadian ini, Latif meninggal ditempat. Sedangkan Rigo mengalami koma karena luka diberat di kepala.

"Cuma 10 menit minta izin keluar dari rumah untuk pangkas rambut. Langsung terdengar kabar Latif meninggal karena kecelakaan," kata Ir.

Kontributor Limapuluh Kota : Hajrafiv Satya Nugraha

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga